• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Monday, May 25, 2026
tirtamedia.id
  • Beranda
  • News
  • Stori
  • Jelajah
  • Wawancara
  • Kultur
Live
No Result
View All Result
tirtamedia.id
No Result
View All Result
tirtamedia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Utang Pemda Konut Tak Semulus Jalan Aspal PT. MSSP

December 30, 2023
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ashari. s.sos,  Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo.

Ashari. s.sos, Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo.

379
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KONAWE UTARA, tirtamedia.id – September 2022 lalu Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara peroleh realisasi Dana pinjaman sebesar Rp200 Miliar dari Bank Sultra. Anggaran tersebut diperuntukan pembangunan infrastruktur ruas jalan di beberapa titik kecamatan termasuk penataan tata ibukota Wanggudu.

PT. Manunggal Sarana Surya Pratama ( PT MSSP ) selaku kontraktor mitra kerja Pemda konut yang mendapat mandat untuk merampungkan pekerjaan pembangunan terkhusus pengaspalan jalan, dikomandoi langsung dan diawasi, dibimbing oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konawe Utara.

Ashari, Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo ( EXOH ) Indonesia mengungkapkan bahwa di tahun 2013 silam di masa pemerintahan Aswad Sulaiman, PT. MSSP punya rekam buruk pada pekerjaan pengaspalan jalan umum yang menghubungkan Desa Andumowu dengan kelurahan Tinobu, aspalnya dibongkar hingga jejak kasusnya senyap dan anggaran lenyap sia-sia.

Baca Juga

Bursa Efek “Anggaran Pusat”, Jeratan Hukum Bagi Kepala Daerah

Resolusi 2026: Politik Kehadiran Untuk Kemaslahatan

Autobiografi Erros Djarot: Kesaksian yang Menginspirasi

PT. MSSP selain perusahaan jasa kontraktor, MSSP memiliki IUP tambang di Desa Boenaga. Sejak eksploitasi juga banyak temuan pencemaran lingkungan hingga dampak banjir bandang melanda pemukiman warga

Pemda konut dari jilid-berjilid guyon percaya PT MSSP sebagai kontraktor handal “Bermain” dan jika main-main bisa dibayangkan pinjaman utang Pemda sebesar Rp200 miliar dikelola secara monopoli oleh PT. MSSP seperti apa jadinya daerah kita?

Sebenarnya bukan bukan masalah, sepanjang hasil pekerjaannya berkualitas dan mengenakkan hati. Namun sayang fakta terbalik PT. MSSP kembali berulah ugal-ugalan mengaspal. Proyek pengaspalan di kelurahan Tinobu, Basule dan Andumowu, anggaran lebih Rp9 miliar sepeser dari dana pinjaman itu dibuat tak semulus lobi-lobi pinjaman Pemda yang sudah bersusah payah.

Jalan aspalnya dibuat asal jadi, lambat, pada akhirnya dikerja terburu-buru, biasa kejar target masa kerja. Pasalnya anggaran dana pinjaman tersebut tidak boleh menyebrang tahun.

Kasus akal-akalan terjadi di beberapa titik ruas jalan seperti di Desa Basule. Pinggiran aspal mestinya rabat beton diganti dengan sirtu. Diduga speknya berubah akibat tidak mencapai target hari kalender.

Sangat tidak profesional padahal masa kerja saat itu masih kemarau panjang, mau alasan apalagi kerja lambat akhirnya kerja buru setoran (Buser). Tidak ada estetika bentuk aspal hitam enak dipandang mata, justru lebih terlihat lebih tinggi median sirtu daripada aspalnya, efeknya warga disuguhkan kotoran debu.

Ironis jalan di kelurahan Tinobu, PT. MSSP sepertinya berkelit-kelit sesuatu dari kegagalan. Pasalnya belum seminggu pengaspalan sudah main tambal padahal belum masuk tahap pemeliharaan. Menutupi aspal lubang dan bergelombang tapi fatal.

Ini kan lucu ibarat belum habis kontrakan basecampnya, buruan sudah perbaikan (pemeliharaan). Nih parah nih. ” Ungkap Ashari

Ashari, tidak menafikan rencana Pemda Konut dalam melakukan upaya percepatan pembangunan, keinginannya pasti baik. Apalagi pinjaman dari bank Sultra, otomatis juga ada pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tugas kita sebagai masyarakat adalah mengawasinya setiap pembangunan apa saja di kampung kita, karena dari sisi pembangunan itu, hasilnya kita sendiri yang nikmati.

Di tengah kesibukan pemerintah daerah Konut termasuk wakil rakyat kita dalam persiapan menyambut HUT Konut ke 17 tahun mungkin menjadi alasan luput dari pantauan atau pengawasan

Selain itu apapun dalihnya, mestinya dana pinjaman tersebut harus dibarengi pengawasan ketat sebagai upaya efisiensi penggunaan anggaran. Karena dana tersebut namanya “Utang Daerah” yang wajib dibayar ganti. Olehnya itu harus tepat sasaran, agar dimanfaatkan secara utuh oleh masyarakat, tidak sekedar bersifat simbol. Belum lama di pakai, rusak.

Sebagai kesimpulan, Ashari dengan sedikit wejangan menitip harapan penting nya kita sebagai warga konut untuk bersama-sama menjaga harkat dan martabat Daerah

Dana yang dipinjam oleh Pemda adalah utang rakyat. Jika prosesnya baik maka itu adalah kesejahteraan. Sebaliknya jika tidak berjalan baik, maka jelas merugikan kita semua.

Sebagai penutup, peran yudikatif dalam rangka pencegahan korupsi, setelah rilis ini menjadi konsumsi publik semoga ada respon untuk turun bersama di lapangan. Kami siap mengawal dan mendampingi.

Konawe Utara, 30 Desember 2023

Penulis: Ashari. s.sos/ Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo.

Berita Terkait

Bursa Efek "Anggaran Pusat", jeratan Hukum Bagi Kepala Daerah

Bursa Efek “Anggaran Pusat”, Jeratan Hukum Bagi Kepala Daerah

April 29, 2026
0

Penulis: Julman hijrah/ Civil Society Asas pemerintahan daerah di Indonesia didasarkan pada desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Asas desentralisasi menyerahkan...

Jaelani, S.IP, M.SI (Anggota Komisi IV DPR RI/Fraksi PKB)

Resolusi 2026: Politik Kehadiran Untuk Kemaslahatan

January 3, 2026
0

Oleh : Jaelani, S.IP, M.SI (Anggota Komisi IV DPR RI/Fraksi PKB) Kalender 2025 telah berlalu. Namun, segala dinamikanya masih lekat...

Autobiografi Erros Djarot: Kesaksian yang Menginspirasi. (Foto: Istimewa)

Autobiografi Erros Djarot: Kesaksian yang Menginspirasi

October 13, 2025
0

M. Anis Editor Buku Autobiografi Erros Djarot Ada orang memanah rembulan. Ada seekor anak burung terjatuh dari sarangnya. Orang-orang harus...

“Raja Kecil” di Pusaran Perusahaan Tambang PT. TMS  Kec. Wiwirano Konut

“Raja Kecil” di Pusaran Perusahaan Tambang PT. TMS Kec. Wiwirano Konut

February 13, 2025
0

Catatan Lepas Oleh : Ashari, Direktur Eksekutif Explor Anoa Oheo Sederet Perusahaan Tambang misterius caplok areal konsesi lahan tambang di...

Load More

BERITA LAINNYA

Cemburu, Pria di Bombana Aniaya PNS

Cemburu, Pria di Bombana Aniaya PNS

January 27, 2022
IJTI Kecam Tindak Kekerasan Jurnalis di Sidang SYL, Polisi diminta Tangkap Pelaku

IJTI Kecam Tindak Kekerasan Jurnalis di Sidang SYL, Polisi diminta Tangkap Pelaku

July 12, 2024
Progres Pembangunan RSUD Kolaka Timur Tercepat dari 12 Daerah Penerima DAK PHTC Nasional. (Foto: Istimewa)

Progres Pembangunan RSUD Kolaka Timur Tercepat dari 12 Daerah Penerima DAK PHTC Nasional

July 28, 2025

TAGS POPULER

Afirudin Mathara Anggota DPR RI asr Basarnas Kendari Battery Berita Terkini BMKG Bupati Buton Utara buton Buton Utara Gubernur Sultra Jaelani Kantor Pencarian dan Pertolongan kemenkumham Kendari kolaka kolaka timur koltim Konawe Konawe Selatan Konawe Utara konut KPP Kendari lanal La Ode Darwin Mercedes Mini Cooper muna Muna Barat pemilu polda Polda sultra polisi polresta Polresta Kendari Rahman Ruksamin Sulawesi Tenggara Sultra tambang Tesla tni UHO Vaksinasi covid-19 Wakil Bupati Buton Utara

TirtaMedia.id

Berita Terkini Hari ini, Aktual dan Terpercaya

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • Jelajah
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kultur
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • pendidikan
  • Politik
  • Sengketa Pers
  • Stori
  • Uncategorized
  • Video
  • Wawancara

Recent Posts

  • BEM UHO Demo DPRD Sultra, Soroti Lemahnya Penindakan Tambang Ilegal
  • Remaja 18 Tahun Pencuri Motor Lintas Kabupaten Ditangkap di Kebun Sawit Konawe Selatan

Copyright © 2021 tirtamedia.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • News
  • Stori
  • Wawancara
  • Kultur
  • Jelajah

Copyright © 2021 tirtamedia.id. All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist