Kendari, tirtamedia.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) Kendari, berunjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/5/2026).
Mahasiswa menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di sejumlah daerah di Sultra yang dinilai dibiarkan tanpa penindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Mahasiswa menilai aktivitas tambang ilegal sudah merugikan masyarakat, namun seolah tidak tersentuh hukum. Salah satu yang disebut dalam unjuk rasa yaitu aktivitas tambang di Desa Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
“Banyak tambang ilegal di Sulawesi Tenggara dibiarkan begitu saja. Ada juga tambang di Torobulu yang merusak lingkungan dan ini sangat merugikan masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa di tengah aksi.
Mahasiswa juga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani persoalan tersebut.
“Kami duga ada pembiaran. Karena sampai hari ini tidak ada tindakan yang benar-benar tegas,” tambahnya.
Selain tambang ilegal, massa aksi juga menyinggung lemahnya respons DPRD Sultra terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah, termasuk isu kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.
Unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dengan Satpol PP, namun situasi mereda, setelah perwakilan DPRD menemui mereka.
Unjuk rasa BEM UHO ini, mendapat pengawalan ketat dari Polresta Kendari puluhan personel termasuk Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L Sengka.
“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan pendapat nya dengan tertib,” kata Edwin.
Penulis: Husni Mubarak







