Kendari, tirtamedia.id – Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) siagakan 145 personel dan 544 orang potensi SAR.
Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, selama 19 hari mulai 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Menurut Kepala KPP Kendari, Amiruddin, A.S, dalam Siaga SAR Khusus Nataru ini juga disiagakan sejumlah sarana yang akan digunakan yakni, perahu karet 10 unit, jet ski 2 unit, Rigid Inflatable Boat (RIB) 6 unit, kapal 3 unit, rescue car 9 unit, ambulance 1 unit, ATV 3 unit, rescue trail 10 unit, truk personel 6 unit, dan rescue truk 1 unit.
“Untuk peralatan pendukung adalah peralatan medis, peralatan selam dan peralatan pendukung keselamatan lainnya,” ujar Amirudin, Jumat (19/12/2025).
Lokasi Siaga Khusus Nataru di Sultra, yakni Pelabuhan Nusantara Kendari, Pelabuhan Feri Kendari, Pelabuhan Panggalu Belo Wanci, Pelabuhan Wawonii, Pelabuhan Murhum, Pelabuhan Raha, Pelabuhan penyeberangan Kolaka – Bajoe.
Kemudian, Bandara Haluoleo, Bandara Betoambari, Bandara Matahora, Bandara Sangia Nibandera, Tempat wisata Kendari, Kolaka, Baubau, Wakatobi, Konawe Utara, Muna dan Terminal Angkutan Darat.
Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 resmi dibuka Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, diikuti 45 Kantor Pencarian dan Pertolongan seluruh Indonesia secara daring, Jumat (19/12/2025).
“Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini merupakan siaga untuk mengantisipasi potensi ancaman yang ditimbulkan akibat mobilisasi masyarakat sangat tinggi,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam sambutannya.
Tujuannya kata Kepala Basarnas, untuk menjamin kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kecelakaan, bencana dan kondisi darurat.
Mempercepat response time, memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menjamin keselamatan masyarakat, menekan jumlah korban jiwa melalui upaya pencegahan, mitigasi dan respon cepat
Diungkapkan, survei Kementerian Perhubungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta akademisi, 42,01% penduduk Indonesia, atau sekitar 119,5 juta orang, berpotensi melakukan perjalanan pada masa libur Nataru 2025/2026.
“Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,71% dibandingkan tahun sebelumnya. Atas dasar prediksi tersebut, akan terjadi mobilitas masyarakat secara besar-besaran,” ungkap Mohammad Syafii.
“Kemacetan di jalan raya, kecelakaan moda transportasi, serta kedaruratan di kawasan wisata senantiasa mengintai pada saat masyarakat merayakan liburan Nataru,” imbuhnya.
Mohammad Syafii, juga menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Menurutnya, situasi ini perlu diantisipasi, terlebih dengan adanya beberapa fenomena atmosfer yang aktif, seperti Siklon Bakung, Bibit Siklon 93S, dan Bibit Siklon 95S, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan intensitas curah hujan di wilayah sekitarnya.
“Potensi kenaikan permukaan air laut yang dapat menyebabkan banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia juga tidak luput dari perhatian dan kesiapsiagaan Basarnas,” tutur Mohammad Syafii.
Kondisi tersebut menimbulkan potensi kedaruratan yang mengancam keselamatan masyarakat, antara lain berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor, badai tropis, serta angin puting beliung.
“Kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi bukti nyata bahwa ancaman tersebut perlu diantisipasi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” katanya.
Selain itu, bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api juga perlu diwaspadai, mengingat secara geografis dan geologis negara kita berada di kawasan yang rentan terhadap bencana tersebut.
“Basarnas berkomitmen untuk selalu siap siaga secara nasional dalam menghadapi bencana,” tegasnya.
Redaksi







