Opini Oleh : Ashari
Dewan Pembina HIPPMA-KONUT
Panitia Pelaksana Musyawarah Besar ( PANPEL-MUBES ) Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Kabupaten Konawe Utara ( HIPPMA – KONUT ) dalam pekan ini akan melaksanakan ceremony Musyawarah di Aula Manunggal KOREM 143 Haluoleo Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Acara pembukaan dilaksanakan pada Sabtu (30/07/22) dan akan di hadiri serta di buka langsung oleh Bupati Kabupaten Konawe Utara.
Tema dalam Musyawarah Besar HIPPMA-KONUT di tahun 2022 atau MUBES V ini adalah ” Reaktualisasi Kepemimpinan Dalam Membentuk Kepengurusan Yang Berintegritas Dan Mampu Berdaya Saing “. Maka itu kami berharap semua pihak peserta musyawarah baik kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa, senior maupun junior dapat mencurahkan pikiran demi kemajuan lembaga HIPPMA – KONUT yang merupakan salah satu organisasi besar di Bumi Oheo.
Ashari, Dewan Pembina HIPPMA-KONUT, berharap seluruh pihak dapat menekan ego masing-masing dan menghasilkan keputusan terbaik sehingga turut memberikan citra positif di lingkungan masyarakat sebagai lembaga centra dari 13 paguyuban lembaga kemahasiswaan. Mubes yang akan digelar ini adalah momen membahas persoalan organisasi, evaluasi kinerja perangkat organisasi, sekaligus menyusun rencana dan program kerja untuk periode berikutnya.
Musyawarah besar yang juga di rangkaikan dengan agenda pemilihan ketua baru sudah dipersiapkan oleh masing-masing delegasi paguyuban mahasiswa se kecamatan. Hal ini tentu menjadi fokus perhatian pada strategi pemenangan namun bisa jadi terlupakan pembahasan hal-hal vital terkait revitalisasi Anggaran Dasar dan Rumah Tangga ( AD/ART ).
Dibutuhkan penyempurnaan itu sebab substansi arah perbaikan sistem kelembagaan bukan jaminan dipimpin oleh ketua baru. Apalagi kalau ketua baru nya juga terpilih hanya persoalan karena hebat mobilisasi massa dan lebih fatal lahir dari intervensi kelompok kepentingan pribadi.
Dalam sesi pembahasan Tata Tertib ( Tatib ) lembaga merupakan agenda sakral dan sangat penting untuk menentukan berjalannya roda organisasi dua tahun ke depan berdasarkan periode masa jabatan. Sangat dibutuhkan ketegasan pihak Steering Committee agar pelaksanaanya benar-benar tertib. Karena biasanya kursi sudah banyak kosong dan ruangan kembali padat saat agenda pemilihan ketua umum.
Ashari, mengajak kita semua untuk menghargai dan menghormati lembaga perhimpunan ini, yang begitu lengkap menghimpun para pemuda, pelajar termasuk mahasiswa nya.
Untuk itu, dalam menentukan kriteria para calon ketua mestinya bisa mewakili keterwakilan baik dari kalangan pemuda, pelajar nya bukan saja dari kalangan mahasiswa nya. Semua punya hak yang sama memimpin lembaga ini jika AD/ART nya di pakai sejak lahir.
Semoga dalam pembahasan pokok dasar organisasi HIPPMA – KONUT bisa fokus pada perampingan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga. Organisasi HIPPMA konut ini terkesan lebih pada kuantitas, hanya sekedar nama.
Ironisnya lembaga tubuh Mahasiswa ini jika sampai dipimpin oleh kalangan pelajar, maaf. Mestinya kalangan pelajar di kembalikan ke Organisasi Sekolah nya ( OSIS ), pemuda yang sudah terhimpun pada pengurus Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ), dan organisasi/lembaga sebagai nya.
Kami sebagai senior sangat butuh wadah persatuan khusus tempat berhimpunnya Mahasiswa kabupaten Konawe Utara “Tanpa Campur” kalangan manapun. Integritas dan aktualisasi jiwa intelektual kemahasiswaan akan lebih fokus pada kualitas nya.
Juga menjadi perhatian, Mubes HIPMA konut yang seyogyanya digelar 2 ( Dua ) Tahun sekali kadangkala molor. Mengingat anggaran menelan ratusan juta, hasil nya pun kurang memuaskan bahkan menjadi perpecahan di internal organisasi.
Sebagai senior saya pribadi mungkin ada baiknya pada Mubes yang akan digelar besok, selain melahirkan ketua baru juga sudah ditentukan atau memberikan amanah kepada lembaga kemahasiswaan kecamatan ( paguyuban ) sebagai tuan rumah panitia pelaksana Mubes selanjutnya.
Hal ini bisa diberlakukan terkecuali nama lembaga berubah menjadi Himpunan Mahasiswa Konawe Utara se Sultra. Maka model pemilihan nya juga berdasarkan hak suara Ketua Sekretaris Bendahara ( KSB ) masing-masing paguyuban kecamatan.
Tugas kita semua bagaimana Lembaga ini mendapatkan kepercayaan di tengah masyarakat terlebih lagi kepada pemerintah setempat. HIPPMA-KONUT adalah wadah pemersatu bukan bercerai berai ketika lahir pemimpin nya yang notabene berakhir dengan pimpinan pelaksana apalagi dualisme kepengurusan.







