Keberangkatan para penumpang di pelabuhan tersebut, mulai dihentikan sejak, Senin 21 Februari 2022 sampai jangka waktu yang belum diketahui.
Kepala BPTD Pelabuhan Ferry Kolaka, L.A. Radna mengatakan, bukan tanpa alasan pihaknya menunda keberangkatan. Cuaca berupa gelombang tinggi dan angin kencang menjadi alasan utama, sehingga penyeberangan harus dihentikan sementara.
“Tadi pagi setelah kami berkoordinasi dengan segala stakeholder yang ada, kami mengambil keputusan agar menunda pengoperasian dan pelayanan perairan sampai jangka waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.
Radna menambahkan, pihaknya menunggu hasil updating cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Jika kondisi cuaca sudah membaik maka pihaknya akan kembali membuka pelayanan.
Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Sultra. Peringatan ini berlaku sejak hari ini hingga akhir bulan Februari 2022 nanti.
“Kondisi cuaca di Sultra pada hari ini hingga beberapa hari ke depan itu diprediksi ada potensi cuaca ekstrem, hujan sedang hingga lebat,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Kendari, Sugeng Widarko.
Diberitakan sebelumnya, cuaca buruk yang terjadi di Pelabuhan Fery Kolaka juga menyebabkan dua truk bermuatan telur, gula dan terigu terbalik dalam KMP Raja di Laut. Dalam insiden ini, dua unit motor yang berada di samping truk terbalik ini tertimpa hingga hancur.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







