Kendari, tirtamedia.id – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), melaporkan istri oknum anggota polisi ke Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Selasa (26/5/2026).
Laporan tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan berupa penyiraman air panas yang dialami korban saat mendatangi rumah terlapor untuk menagih utang.
Korban, Ardi bersama istrinya, Dian (33), mengaku penyiraman itu terjadi di rumah terlapor di BTN Sahira, Kelurahan Ranomeeto, Konawe Selatan, pada Senin (25/5/2026) siang.
Ardi mengatakan, kedatangan mereka awalnya hanya untuk menagih utang kurang lebih Rp80 juta yang dipinjam R sejak tahun 2020.
Ia menyebut penagihan telah dilakukan secara kekeluargaan hingga beberapa kali, termasuk membuat surat pernyataan dengan jatuh tempo pembayaran.
“Sudah lama. Artinya kita sudah menagih secara baik secara kekeluargaan, sudah tiga kali buat surat pernyataan. Itu kemarin tanggal 25 jatuh temponya,” kata Ardi kepada wartawan.
Menurut Ardi, sempat terjadi cekcok saat penagihan utang berlangsung. Tak lama kemudian, pelaku keluar dari rumah sambil membawa air panas dan mengancam akan menyiramkan ke istrinya, yang kemudian berujung penyiraman.
“Kronologinya awalnya terjadi cekcok dengan istri saya. Setelah cekcok, istrinya (pelaku) masuk ke rumah karena dia tidak mau melayani kami. Setelah keluar dia membawa air panas dan mengancam istri saya. Dia bilang ‘saya siram kamu pakai air panas’, sampai dua atau tiga kali mengancam,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Dian Lestari mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, di antaranya pada bagian dada, perut, serta paha kiri. Sementara Ardi juga mengalami luka pada bagian paha hingga betis.
Usai kejadian, pasangan suami istri itu kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, terlapor R membantah tudingan telah melakukan penyiraman tanpa sebab. Ia menyebut tindakan itu dipicu karena keduanya datang dan bersikap tidak sopan saat menagih utang.
“Dia (mereka) datang ke rumah orang dengan tidak sopan, teriak-teriak seperti kesurupan dan didengar tetangga saya,” ujar R dalam keterangannya kepada jurnalis.
Ia juga mengancam akan melaporkan balik peristiwa tersebut ke pihak kepolisian dengan menjadikan rekaman CCTV di rumahnya sebagai bukti untuk mendukung laporannya.
Penulis: Husni Mubarak







