KENDARI, tirtamedia.id – Dalam rangka memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara (Sultra) berjalan lancar dan aman, peran kepolisian tidak bisa diabaikan. Selain Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra dan KPU Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab sebagai tuan rumah penyelenggara, personil dari Polda Sultra dan Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) juga aktif terlibat dalam pengamanan seluruh rangkaian tahapan Pilkada.
Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Sugianto Marweki SIK., MSi, melalui Danden Gegana Satbrimobda Sultra, Kompol Asri Diyni, yang juga bertindak sebagai Kasubsatgas Jibom Operasi Mantap Praja (OMP) Anoa 2024, menjelaskan bahwa pihak kepolisian melaksanakan tindakan pengamanan berupa sterilisasi lokasi. Sterilisasi dilakukan di tempat-tempat yang digunakan dalam tahapan Pilkada, seperti Kantor KPU maupun hotel tempat pelaksanaan, guna mengantisipasi ancaman seperti bahan peledak atau zat berbahaya lainnya.
“Kami melakukan sterilisasi di seluruh lokasi pelaksanaan tahapan Pilkada, mulai dari tahap pendaftaran hingga tahapan Pengundian dan Penetapan Nomor Urut. Hari ini, sterilisasi dilakukan di Hotel Claro Kendari dan Kantor KPU Kota Kendari dengan melibatkan 46 personil dari Subsatgas Jibom Satbrimobda Sultra dan 10 personil Satgas Sterilisasi Polda Sultra,” ungkap Kompol Asri.
Sterilisasi dilakukan sebagai upaya menghindari potensi ancaman yang dapat membahayakan peserta Pilkada dan masyarakat yang hadir di lokasi. Tidak hanya di Kantor KPU dan Hotel Claro, sterilisasi juga dilakukan di lokasi-lokasi vital lain yang digunakan selama tahapan Pilkada, termasuk tempat deklarasi pasangan calon Walikota-Wakil Walikota maupun Bupati-Wakil Bupati.
“Di lokasi yang kami sterilisasi, termasuk Hotel Claro dan Kantor KPU Kota Kendari, tidak ditemukan adanya bahan kimia atau zat berbahaya. Selain itu, potensi kerawanan juga nihil,” jelasnya.
Kompol Asri menambahkan bahwa sterilisasi ini merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan selama pelaksanaan Pilkada. Setelah sterilisasi dilakukan, personil kepolisian menyerahkan Berita Acara Penyerahan (BAP) kepada Penanggung Jawab Pengamanan Area (Padal Pam), yang menandakan bahwa lokasi telah steril dan aman untuk digunakan.
“Sterilisasi akan terus dilakukan selama tahapan Pilkada, termasuk pada Tahap Deklarasi Damai dan Tahap Kampanye nanti. Ini adalah tindakan pengamanan penting dalam memastikan setiap tahapan Pilkada berjalan dengan aman,” tandasnya.
Dengan langkah-langkah pengamanan ini, diharapkan seluruh rangkaian Pilkada di Sulawesi Tenggara dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif, tanpa adanya gangguan keamanan yang dapat mengancam keselamatan peserta maupun masyarakat.(*)







