KENDARI, Tirtamedia.id – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sepanjang tahun 2021, terdapat 211 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang tersebar di 11 kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kendari, drg Rahminingrum mengungkapkan, meski mengalami penurunan dibanding tahun 2020. Namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terlebih dari 211 kasus tersebut empat orang diantaranya meninggal dunia.
“Yang meninggal itu di Kecamatan Puuwatu dua orang, Kecamatan Mandonga satu orang dan Kecamatan Kadia satu orang,” ujarnya, saat ditemui, Jumat (14/1/2022).
Ia menyebutkan, data angka kematian akibat kasus DBD di Kota Kendari sejak 2016 hingga 2021 berjumlah 23 kasus.
Pada tahun 2016 kematian akibat DBD sebanyak 7 kasus, 2017 sebanyak 2 kasus, 2018 2 kasus, 2019 2 kasus, 2020 6 kasus dan 2021 sebanyak 4 kasus.
Sementara, 11 kecamatan yang terdampak DBD di Kota Kendari yakni, 46 kasus di Kecamatan Baruga, 37 kasus di Kecamatan Kadia, 33 kasus di Kecamatan Puuwatu dan Kendari Barat serta 2 kasus di Kecamatan Nambo.
Penulis : Husni Mubarak







