KONSEL, Tirtamedia.id – Seorang pengguna jasa yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Amolengo (Konsel) – Labuan (Muna) dianiaya sekelompok preman.
Informasi yang dihimpun, pengeroyokan bermula saat sejumlah preman yang mengatasnamakan Dinas Perhubungan (Dishub) meminta uang yang diduga pungli kepada pengguna jasa.
“Ini mereka borongi pengguna penumpang, mereka mintai uang atas nama perhubungan. Sementara kita saja disini orang-orang pelabuhan, kita tidak tahu itu. Yang kita ingin ini pelabuhan bersih karena tidak nyaman juga kerja kalau ada mereka,” kesal salah seorang pegawai pelabuhan yang enggan disebutkan namanya, Rabu (8/12/2021).
Pegawai Penyeberangan Amolengo-Labuan ini menambahkan, pelaku pengeroyokan dalam video beredar itu sekitar 5 orang. Bahkan ada beberapa diantaranya yang memiliki hubungan darah.
“Kita sering di komplain masalah antrian, dari dulu itu kelakuan para preman ini. Pokoknya mereka itu sumber masalah kasian. Coba dari dulu ada yang bisa singkirkan ini preman-preman, kita berterima kasih sekali,” bebernya.
Penganiayaan yang viral di media sosial ini terjadi, pada Rabu (24 November 2021) tepatnya di Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Dalam video yang diterima, korban menceritakan penyebab terjadinya pengeroyokan itu.
“Mereka minta uang. Kalau mereka hanya minta itu, saya akan kasi 20 ribu. Tapi kalau mereka pakai alasan karena saya masuk di pelabuhan, saya tidak mau kasi. Karena itu pungli,” ucap korban dalam video yang beredar.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







