Timika, tirtamedia.id – Jhonlin Grup, sebuah perusahaan terkemuka di sektor infrastruktur dan pertambangan, mengumumkan rencana ambisius untuk membangun jaringan jalan sepanjang 210 kilometer. Jalan ini sebagai infrastruktur penunjang proyek Ketahanan Pangan Nasional, cetak sawah di Merauke, Papua.
Jalan ini juga dapat diakses oleh masyarakat secara umum. Hal ini juga akan berdampak langsung bagi kelancaran transportasi masyarakat di Merauke yang saat ini masih terkendala.
Rencana pembangunan jalan ini diungkapkan saat pemilik Jhonlin Group Andi Samsudin Arsyad atau biasa disapa Haji Isam saat melakukan kunjungan ke PT. Freeport Indonesia, Kab. Timika Prov. Papua, Rabu (7/08/2024).
Dalam kunjungannya, Haji Isam didampingi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen Letjen Richard Tampubolon dan Asisten Operasional (Asops) Asops Kas Kogabwilhan III, Brigjen Aulia.
Kunjungan tersebut untuk melakukan Survey dan membicarakan kerjasama pemanfaatan tailing sebagai bahan dasar pembuatan jalan.
Rombongan Haji Isam diterima jajaran PT Freeport Indonesia antara lain Claus Wamafma selakuk Director EVP Sustainable Development, Agung Laksamana (EVP External Affairs), Gesang Setiayadi (VP Environment), Lenny Josephine (VP Government Relations), Harry Johansyah (Manager Tailings Utilization).
Diketahui, Tailing adalah material sisa dari pemrosesan bijih tambang. Tailing terdiri dari batuan dasar, logam yang tidak dapat dipulihkan dan tidak ekonomis. Tailing merupakan limbah yang dapat digunakan sebagai material agregat infrastruktur jalan.
Haji Isam menyampaikan, selain membangun jalan, infrastruktur penunjang lainnya akan dibangun guna mendukung suksesnya proyek cetak sawah satu juta hektar tersebut.
“Pembangkit listrik, telekomunikasi, irigasi, fasilitas perumahan karyawan, fasilitas pendidikan, rumah ibadah serta fasilitas pendukung lainnya akan dibangun, sehingga ketika proyek ini berjalan, karyawan akan betah untuk kerja dan tinggal di sini” ungkapnya.(**)







