KENDARI, tirtamedia.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut wilayah pesisir menjadi salah satu lokasi rawan peredaran narkoba di wilayah ini.
Hal ini disampaikan Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Christ R. Pusung di peringatan Hari Anti Narkotika Internasional dihadiri Staf Korem 143/HO Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto Rabu (26/06/2024).
Menurutnya, Sultra yang memiliki luas wilayah perairan mengakibatkan sulitnya pengawasan dan pemberantasan keluar masuk narkoba melalui jalur laut.
“Kenapa pesisir, karena jalurnya sangat panjang susah untuk kita monitor semuanya jadi banyak jalan-jalan tikus termasuk di Sultra. Kita pernah melakukan penangkapan lewat jalur laut di Wakatobi dan di Kolaka,” katanya.
BNNP Sultra mengajak masyarakat dan keterlibatan stakeholder terkait baik dari TNI Polri untuk bersama-sama bersinergi melaksanakan pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba.
“Keterlibatan masyarakat sangat antusias juga mengikuti program-program kita seperti desa bersinar dan ketahanan keluarga dan juga seluruh stakeholder forkopimda sangat mendukung kami untuk melaksanakan tugas memberantas peredaran narkoba,” ungkapnya.
Sementara itu Kolonel Inf. Singgih Pambudi Arinto Kasrem 143 Haluoleo menyampaikan, TNI siap bersinergi membantu BNN untuk melakukan pemberantasan dan peredaran narkoba di Sultra.
“Kita memposisikan diri sesuai tugas dan fungsi kita. Dimana teman-teman BNN, teman-teman Polda yang mempunyai domain di depan, kita siap mendukung apapun yang diperlukan,” ucapnya.
BNNP Sultra mencatat Januari hingga Juni 2024 mengamankan lebih dari lima kilogram narkotika jenis sabu dan ganja dari 10 kurir lintas provinsi terbanyak diselundupkan melalui jalur laut.
Reporter : Husni Mubarak.







