KENDARI, Tirtamedia.id – Seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Haluoleo (UHO) ditikam oleh orang tak dikenal (OTK), Kamis (24/3/2022).
Korban diketahui bernama Hasruddin, mahasiswa PPKN angkatan 2019. Dia ditikam di belakang gedung Penjaskes sekira pukul 17.00 WITA.
Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa itu bermula saat mahasiswa angkatan 2019 Kelas B ini sedang mengikuti perkuliahan mata kuliah evaluasi pembelajaran yang dibawakan oleh seorang dosen bernama Idrus di gedung perkuliahan PPKN, FKIP.
Tiba-tiba seorang mahasiswa bernama Fajrul meminta izin kepada dosen untuk mengambil kiriman di pelabuhan. Fajrul pun berlari dari lokasi perkuliahan menuju area parkiran sepeda motor.
Dalam perjalanan, Fajrul ditahan oleh salah seorang pria. Tak ada banyak kata, pria tersebut langsung memukul Fajrul.
“Tapi La Fajrul ini dia tidak melawan, dia hanya minta maaf sama ini pelaku. Kemudian dia lanjut lari menuju parkiran,” ujar Hasruddin saat ditemui.
Tak lama kemudian, seorang gadis bernama Sri Rubiani (kelas A) yang melihat kejadian itu melapor di grup angkatan 2019, bahwa ada anak PPKN yang dipukul.
Tak terima rekannya dipukul, korban Hasruddin pun turun mencari rekannya. Dia khawatir jangan sampai rekannya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya, Hasruddin bertemu dengan pelaku dan bertanya, alasan pelaku memukul temannya. Tapi pelaku justru menarik kerah baju korban pakai tangan kiri.
“Kenapa kalau saya pukul, apa urusannya dengan kamu,” ujar korban menirukan pernyataan pelaku.
Keduanya pun terlibat tarik menarik. Ternyata, tangan kanan pelaku menarik pisau dari pinggangnya. Pelaku kemudian langsung menikam korban di lokasi itu.
Beberapa mahasiswa yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) berusaha melerai keduanya. Pelaku dibawa oleh rekan-rekannya dan korban yang bercucuran darah dilarikan di RSUD Kota Kendari.
Atas kejadian ini, pelaku mengalami luka di bagian kepala, luka di bagian leher dan luka gores di perut. Korban mendapat 15 jahitan akibat insiden tersebut.
Saat ini, korban sudah keluar dari RSUD Kendari dan sedang melapor di Polsek Poasia.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







