KENDARI, Tirtamedia.id – Ratusan emak-emak di Kota Kendari protes dan terlibat adu mulut dengan panitia penyelenggara Pasar Murah di depan Kantor Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (4/3/2022).
Dalam video yang diterima media ini, nampak sejumlah emak-emak melampiaskan kemarahannya karena stok minyak goreng yang disediakan oleh panitia sudah habis, padahal mereka sudah mengantri selama berjam-jam.
Antrian ribuan warga sangat padat, baik di depan Kantor Bulog hingga di jalan raya, tepatnya di balik gerbang pintu masuk tempat tersebut.
“Saya sudah capek-capek mengantri tetapi sudah habis. Maunya diinfokan memang kalau sudah habis stoknya, jangan dikasih biar kita berdiri bodoh,” kesal seorang warga, Anisa Aprilia.
Humas Perum Bulog Sultra, Deni mengatakan, antusias warga sangat tinggi. Sejak pukul 06.00 WITA, mereka sudah memadati area Kantor Bulog Sultra, padahal Pasar Murah belum dimulai.
Kericuhan dan adu mulut ini terjadi karena mereka telah kelelahan mengantri, sementara Pasar Murah telah dihentikan karena stok 1.500 Pcs yang disediakan sudah habis.
“Masyarakat yang belum dapat minyak goreng, mereka memprotes karena belum dapat sementara Pasar Murah telah selesai. Tadi jam 9 lewat sudah selesai, dari jam 6 pagi sudah membludak masyarakat yang datang,” katanya kepada media ini.
Deni menambahkan, antrian padat dan saling desak-desakan membuat petugas kewalahan mengatur mereka. Sehingga, mereka koordinasi dengan pihak kepolisian agar mengatur kondusifitas tetapi warga mengabaikan itu dan prokes pun terabaikan.
“Jadi untuk pasar murah akan dilanjutkan setelah diatur kembali mekanisme penyalurannya agar masyarakat tidak berdesak-desakan,” pungkasnya.
Diketahui, Pasar Murah ini mulai berlangsung sejak Kamis-Sabtu (3-5 Maret 2022). Minyak goreng yang disediakan sebanyak 3 Pcs ukuran 900 Ml dan 1 Kg gula pasir, harga per paketnya hanya Rp 50 ribu.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







