KENDARI, tirtamedia.id – Harga sebagian jenis sayuran di Pasar Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, alami kenaikan. Kenaikan harga itu mulai terjadi sejak sebulan terakhir.
Seorang pedagang, Jeni mengatakan, kenaikan harga telah terjadi, sejak Oktober 2021. Dipicu oleh sulitnya pedagang mendapatkan stok barang dari Sulawesi Selatan (Sulsel), karena izin pembatasan muatan angkutan pengiriman barang.
“Dikurangi barang kalau mau menyeberang dari Pelabuhan Bajoe (Sulsel) ke Pelabuhan Kolaka. Kalau dulu bisa dikirim tujuh ton, sekarang hanya setengahnya, jadi barang susah,” ujarnya, Minggu 21 November 2021.
Ada tiga jenis sayuran yang naik, kata Jeni, wortel, kol dan sawi yang sejak bulan Oktober 2021, telah tiga kali mengalami kenaikan harga.
“Naik turun ya, tapi sudah tiga kali naik. Sekarang Wortel Rp 12 ribu per kilo yang lalu pernah Rp 10 ribu, bahkan Rp 8 ribu per kilonya. Kol sekarang Rp 13 ribu naik dari Rp 10 ribu, padahal bulan lalu Rp 7 ribu per kilo,” bebernya.
Untuk sawi putih, seorang pedagang lain, Syahrir menjelaskan, jika sebelumnya dari kisaran Rp 10 ribu per kilo, naik Rp 13 ribu per kilo dan kini menjadi Rp 15 ribu per kilo.
“Sudah naik, sudah satu minggu begini harga. Baru barangnya juga harus disortir, karena banyak yang rusak,” jelasnya.
Syahrir menambahkan, selain stok barang berkurang, kondisi memasuki musim penghujan juga disinyalir jadi sebab kenaikan harga. Namun kedua hal itu tidak mengurangi minat beli masyarakat.
Seorang pembeli, Kurniasih mengaku, khawatir jika kenaikan harga tersebut terus berlangsung menjelang akhir tahun, sebab akan menambah beban belanja rumah tangga.
“Kalau sekarang memang naik tapi masih wajar, tapi nda tau nanti. Ya semoga nda naik lagi apalagi ini mau tahun baru,” ungkapnya.
Pedagang berharap, pemerintah dapat mencari solusi agar pasokan barang dari luar daerah dapat mencukupi, sehingga tidak berdampak pada kenaikan harga.
Penulis : Muhammad Anca







