KENDARI, tirtamedia.id – Sebanyak 2.255 ton bantuan pangan cadangan beras dari pemerintah tahap 2 diserahkanBulog dan Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada masyarakat di 17 Kabupaten dan Kota.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Perusahaan Umum atau Perum Bulog bersama Dinas Ketahanan Pangan. Kamis (14/09/2023).
Kepala Perum Bulog Sultra Siti Mardati Saing mengatakan penyaluran yang seharusnya dilakukan pada Oktober mendatang, dipercepat untuk mengantisipasi naiknya harga beras dan mengendalikan inflasi di wilayah ini.
Mardati mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun mengendalikan inflasi, pihaknya terus melakukan pendistribusian ke pasar-pasar agar masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah.
“Secara terus menerus Bulog mendistribusikan ke pasar-pasar tradisional hingga langsung ke pengecer supaya efektif mengendalikan harga dan masyarakat bisa menikmati beras murah,” ungkapnya.
Sementara itu Kadis Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto mengatakan penyaluran bantuan beras tahap II akan dilakukan selama tiga bulan secara berturut-turut sampai November 2023.
“Dengan jumlah penerima yaitu sebanyak 225.516 keluarga penerima manfaat atau KPM di Sultra sesuai dengan data yang diberikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia,” katanya.
Ari menambahkan sebelum disalurkan ke masyarakat pihaknya juga telah melakukan pengecekan kualitas beras tersebut.
“Secara berat tadi kita sudah buktikan 10 kilo gram, dan ini mulai hari ini kita akan bagikan serempak di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Ari juga menyebut untuk penyaluran tahap pertama sudah selesai disalurkan 100 persen pada April sampai Juni 2023 kepada 225.516 keluarga penerima manfaat di Sulawesi Tenggara.
Penulis : Husni Mubarak.







