KENDARI, tirtamedia.id – Usai membawa nama Indonesia harum di Oliampiade Tokyo 2020 di Jepang, Apriani Rahayu berkesempatan pulang ke kampung halaman. Momen ketibaan Apriani di Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat sambutan hangatan dari beberapa penjemput, Jumat 27 Agustus 2021.
Apriani tiba di bandara sekira pukul 10.20 WITA, dengan menggunakan jaket hitam dipadu celana panjang hitam. Ameruddin ayah Apriani serta beberapa pejabat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Kabupaten Konawe ikut menjemput kepulangan Apriani di bumi anoa.
Kain tenun bermotif khas budaya daerah berpita merah dikalungkan ke leher Apriani, menyusul sebuah karangan bunga sebagai tanda kebanggan dan ucapan selamat karena telah mengharumkan nama daerah Sultra dan Indonesia di kancah olahraga bulutangkis Internasional.
Apriani lalu diboyong menuju rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, di Kendari. Di sana Apriani disambut langsung Gubernur Ali Mazi yang menyampaikan priesiasi dan ucapan terima kasih atas prestasi Apriani.
Atas prestasinya meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, nama Apriani Rahayu akan diabadikan menjadi nama Gelanggang Olah Raga (GOR) milik Pemprov Sultra yang terletak di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Ali Mazi berharap, capaian Apriani dapat memotivasi atlet-atlet Sultra yang akan bertanding di PON XX Papua, September 2021. Juga dapat melahirkan Apriani lainnya dari berbagai cabor yang bisa mengangkat harkat dan martabat daerah dan bangsa.
“Secara pribadi dan atas nama pimpinan daerah serta seluruh masyarakat Sultra, saya ucapkan selamat, sukses, dan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Apriani atas prestasi terbaik yang telah diraih di Olimpiade Tokyo 2020,” ucapnya.
Tidak hanya itu, satu unit mobil merk toyota innova, juga dihadiahkan Pemprov Sultra kepada Apriani. Hadiah itu diserahkan secara simbolis oleh Ali Mazi kepada Apriani, dalam acara ramah tamah di Rujab Gubernur Sultra.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Sultra, saya mengucapkan selamat kembali ke kampung halaman di bumi anoa kepada pahlawan bulutangkis Indonesia yang telah melaksanakan tugas yang diamanatkan negara,” kata Ali Mazi.
Sementara itu, Apriani Rahayu menyampaikan terima kasih atas semua perhatian yang diberikan oleh Pemprov dan masyarakat Sultra.
“Rasa syukur saya setelah melalui semua ini, saya bisa pulang ke kampung halaman saya, tempat saya ditempa, awalnya tidak dikenal oleh siapapun dan sekarang saya bisa berdiri di tempat ini, trimakasih atas semua perhatiannya,” tutur Apriani terbata menahan haru, dalam sambutannya di aula rujab Gubernur Sultra.
Apriani berpesan, prestasi yang diraihnya tak hanya sekedar kemenangan, melainkan motivasi bagi putra-putri daerah agar semakin giat dalam berlatih, sebab kerja keras dan niat yang sungguh-sungguh tak akan menghianati hasil.
“Ini bukan hanya tentang kemenangan tapi ini juga bisa menjadi acuan bagi teman-teman, anak-anak muda di Sultra, kalau kita semua punya kesempatan mencetak sejarah di kancah internasional dan membanggakan keluarga dan daerah khususnya indonsesia,” ujar perempuan berusia 23 tahun ini, menutup sambutan.
Untuk diketahui, pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses membawa pulang satu medali emas ke Indonesia usai mengalahkan pasangan Cina Qing Chen Chen/Yi Fan Jia dalam laga final badminton Olimpiade Tokyo, Senin, 2 Agustus 2021.
Dalam laga yang digelar di Musashino Plaza Sport, Tokyo tersebut, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menang dua set langsung, dengan skor 21-18 dan 21-15.
Kemenangan ini, menjadi medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Kerja keras dan kekompakan Greysia Polii/ Apriyani Rahayu berhasil menjaga tradisi medali emas olimpiade bagi Indonesia dari cabang bulutangkis.
Penulis: Muhammad Anca







