MUNA, Tirtamedia.id – Rumah seorang nelayan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) diangkat dan digotong warga ke lahan milik tetangga sekitar 50 meter.
Diduga, pemilik rumah dan pemilik lahan terlibat cekcok terkait perbedaan dukungan dalam menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Muna 2022.
Video berdurasi 2 menit 14 detik, memperlihatkan sekelompok warga mengangkat dan menggotong rumah panggung viral di media sosial (Medsos) pada Minggu (20/11/2022).
Dalam video itu, perekam menyebut bahwa pemilik rumah adalah korban Pilkades Muna 2022. Pasalnya, pemilik rumah mendukung nomor urut 2, sedangkan pemilik lahan mendukung nomor urut 1.
Penjabat (Pj) Kades Laano Bhake, Santi mengatakan, rumah tersebut milik La Sardi, sedangkan pemilik lahan bernama Wa Sumi. Keduanya adalah warganya yang tinggal di Desa Laano Bhake, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna.
“Informasi yang beredar di masyarakat, mereka ini beda dukungan dalam Pilkades,” ujarnya dalam sambungan telepon, Rabu (23/11).
Sebelum dipindahkan, lanjut Santi, pemilik rumah bernama La Sardi sempat berkeliling kampung pada Sabtu malam (19/11/2022) dan meminta bantuan warga agar membantunya memindahkan rumah tersebut keesokan harinya.
Saat akan dipindahkan, La Sardi lebih dulu memotong tiang rumah panggung berukuran 4×6 meter dan mengeluarkan barang-barang yang ada di dalamnya. Selanjutnya, warga pun berbondong-bondong mengangkat rumah itu.
“Dia potong pakai senso, barang-barangnya sudah dikasih keluar sebagian supaya tidak berat,” bebernya.
Santi mengatakan, posisi rumah milik seorang pria beranak 3 itu berada di bagian belakang dan masuk di wilayah lahan Wa Sami.
Dia menetap di tempat itu sudah belasan tahun. Namun, karena keduanya diduga beda pilihan dalam Pilkades, dia terpaksa memindahkan rumah pada jarak sekitar 50 meter atau pindah di tanah milik tetangganya yang lain.
“Sempat dimediasi tapi tidak ada titik temu, makanya dibantu warga lain untuk pindah,” tutupnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







