KENDARI, Tirtamedia.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sulawesi Tenggara (Sultra) diminta untuk terus berupaya mengoptimalkan pembinaan usia dini, guna regenerasi atlet-atlet muda.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua PB Perbasasi Andika Monoarfa saat melantik dan mengukuhkan Pengprov Perbasasi Sultra masa bakti 2020-2024 di salah satu hotel di Kendari, Rabu malam (23/2/2022).
Andika Monoarfa menjelaskan, untuk menjaga regenerasi atlet Pengprov Perbasasi Sultra harus terus mendorong sosialisasi usia dini, ke sekolah-sekolah hingga membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) di kabupaten/ kota.
Hal itu sebagai upaya menjaga prestasi gemilang Sultra yang selama ini menjadi salah satu tim paling diunggulkan di tingkat nasional. Terlebih Sultra merupakan daerah penyumbang atlet softball terbanyak untuk Tim Nasional (Timnas).
Menurutnya, Sultra merupakan tim hebat dengan berbagai prestasi mulai dari juara bertahan pada Kejuaraan Open Putra, Juara dua PON Papua Putri.
“Dan beberapa kali atletnya masuk Timnas, terakhir Asian Games. Atlet Timnas itu kan sudah elit atlet, itu bisa enam orang dari Sultra. Kita satu tim saja cuma 15 orang dan yang main di lapangan cuma 9 orang, jadi kalau dari Sultra 6 itu banyak sekali,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya regenerasi bisa terus menambah jumlah atlet berprestasi dari Sultra. Terlebih Sultra memiliki tradisi membentuk atlet usia dini hingga menjadi elit atlet.
Ketua Umum Perbasasi Sultra, Pahri Yamsul mengaku, pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini.
“Kenapa usia dini, karena Softball itu bukan olahraga instan, tapi panjang prosesnya. Makanya kita tengah berupaya agar Softball itu bisa masuk dalam pelajaran olahraga di sekolah sebagai ekstrakulikuler. Kita tengah mengupayakan itu,” ucapnya.
Redaksi







