KENDARI, tirtamedia.id – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari, Herman Saeri menghimbau kepada seluruh pemilik sertipikat agar memastikan bidang tanah yang dikuasai telah terploting dalam sistem BPN.
Herman Saeri mengungkapkan, penerapan sistem plotting atau pemetaan tanah sebagai upaya meminimalisir terjadinya tumpang tindih sertifikat lebih dari satu alias sertifikat ganda.
“Jadi memang diharapkan kepada masyarakat untuk melakukan plotting di kantor pertanahan apabila sertifikatnya yang berada di 2017 ke bawah supaya datang ke kami,” katanya Senin (22/05/2023).
Lebih lanjut, Saeri memastikan pihaknya siap menyambut baik masyarakat yang ingin melakukan ploting dan pemetaan tanpa dipungut biaya apapun atau gratis. Bahkan, sebagai bentuk penegasan, ia mengaku telah mengeluarkan empat orang petugas ukur yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli).
“Selama saya di Kota Kendari, petugas ukur sudah empat orang yang saya keluarkan. kemudian pegawai yang melakukan sudah saya kembalikan ke Kanwil untuk dilakukan pembinaan,” pungkas Herman.
Diketahui, ploting merupakan proses verifikasi keaslian sertifikat tanah dengan teknologi GPS, yang dimaksudkan untuk mengetahui posisi asli lahan di dalam database peta pendaftaran BPN. Ini juga bisa dilihat melalui aplikasi Sentuh Tanahku
(Penulis : Husni Mubarak/tirtamedia.id).







