KENDARI, Tirtamedia.id – Sambil menunggu waktu makan sahur, ratusan muda-mudi di Kota Kendari menggelar kegiatan lomba lari di Jalan Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (15/4/2022).
Ratusan warga mulai berdatangan di lokasi tersebut sejak pukul 01.00 WITA. Selanjutnya, para peserta melakukan pendaftaran kepada penyelenggara kegiatan dengan biaya registrasi sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
Warga yang mendaftar lebih dulu akan saling adu kecepatan lari. Peserta yang siap berlomba dipandu oleh dua orang penyelenggara, 1 berdiri di garis start dan memberi aba-aba hingga hitungan ketiga, sedangkan 1 penyelenggara lainnya berdiri di garis finish untuk menentukan siapa yang jadi pemenang.
Dengan menempuh jarak sekitar 100 meter, peserta yang finish lebih dulu mendapat sorak meriah dari penonton, tentunya pemenang tak lupa diberikan hadiah oleh pihak penyelenggara.
Salah satu warga yang ikut berkontribusi dalam kegiatan ini adalah Asril. Kepada media ini, pria berumur 22 tahun tersebut mengaku lomba lari itu dilakukan hanya untuk mencari kegiatan sembari menunggu waktu makan sahur.
“Saya keliling-keliling saja tadi sambil tunggu-tunggu sahur. Kebetulan saya lewat di sini, saya sama teman ku sempatkan waktu untuk nonton saja tapi karena saya tertarik makanya teman ku daftarkan saya untuk berpartisipasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Asril mengaku, dulunya ia adalah salah satu atlet yang suka ikut pertandingan lomba lari. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, bakat sebagai pelari tak lagi diasah.
Melalui momentum itulah, ia mencoba untuk kembali mengasah kemampuannya. Alhasil, Asril berhasil menjadi juara 1 usai mengalahkan salah seorang lawannya.
“Satu lawan satu, alhamdulillah juara 1. Ternyata saya masih bisa lari juga,” tambahnya.
Di tempat yang sama, warga bernama Jodi menyebut bahwa kegiatan itu dijadikan ajang olahraga dan hiburan semata untuk para peserta, khususnya di bulan suci Ramadhan 2022.
Kendati dilakukan di tepi jalan, lomba lari tidak mengganggu jalur lalu lintas. Pasalnya, mereka memulai kegiatan sekitar pukul 02.00 WITA atau saat pengendara mulai sepi. Bahkan jalur yang digunakan hanya mengambil sisi kiri jalan raya saja.
“Kalaupun ada kendaraan yang lewat, pertandingan dihentikan sementara sambil mempersilahkan kendaraan yang lewat. Penyelenggara kegiatan juga mengatur dan mengarahkan setiap kendaraan yang akan melintas,” kata Jodi.
Pantauan di lapangan, aparat keamanan yang berpatroli juga tak membubarkan warga yang ada di lokasi itu. Tetapi, mereka tetap mengingatkan penyelenggara dan warga lainnya agar tetap menjaga kondusifitas apalagi masih dalam suasana Ramadhan.
Sekitar pukul 03.00 WITA atau memasuki waktu makan sahur, kegiatan telah selesai dan dihentikan. Warga dan peserta yang berpartisipasi dengan tertib membubarkan diri dari lokasi itu.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







