KENDARI, tirtamedia.id – Pergantian calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional antara Wiradinata Setya Persada dan Doni Amansa masih menuai polemik.
Kuasa hukum Wiradinata Setya Persada Tajuddin Sido mengungkapkan kliennya lolos paskibraka tingkat Nasional berdasarkan hasil yang telah dikeluarkan oleh tim seleksi (Timsel) dan ditandatangani oleh gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) berdasarkan surat keputusan pada 25 mei 2023.
“Memang benar empatnya itu terpilih, ada dua yang inti dan dua cadangan. Karena bisa saja keduanya itu ada halangan, sakit sehingga ada cadangan. Tapi alhamdulillah sampai saat ini kedua-duanya sehat, dan kami meminta doanya agar Wiradinata dan Nadira tidak terganggu kesehatannya,” ujar Tajuddin Senin (17/07/2023).
Surat keputusan itu juga dikuatkan dengan surat panggilan dari badan pembinaan ideologi pancasila per tanggal 13 mei 2023 dimana terdapat dua nama yakni Wiradinata Setya Persada yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Kota Baubau dan Nadira Syalvallah siswi SMA Negeri 2 kota Baubau.
Sementara Doni Amansah yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Unaaha Konawe itu hanya mengaku lolos tanpa adanya bukti atau keterangan lolos dari panitia seleksi atau dari Badan Kesbangpol Sulawesi Tenggara.
“Terkait dengan hasil seleksi panitia paskibraka sesuai dengan SK itu sudah benar. Keluar tanggal 25 Mei 2023, Nomor 371 Tahun 2023 hasilnya menyebutkan bahwa Wiradinata Setya Persada bersama Nadira adalah yang terpilih mewakili Sultra,” ucap Tajuddin.
Diketahui sebelumnya Doni Amansa mengaku dirinya telah ditetapkan sebagai calon paskibraka tingkat nasional usai menjalani proses seleksi bahkan telah mengikuti rangkaian pembekalan namun tiba-tiba dirinya diganti oleh Wiradinata Setya Persada.
(Penulis : Husni Mubarak/tirtamedia.id).







