Kendari, tirtamedia.id – Kronologis guru TK tampar orang tua murid di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diungkap oleh pihak sekolah TK Mulia Islam.
Kronologis ini disampaikan penanggung jawab TK Mulia Islam, Lisnawati, saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Diketahui, TK Mulia Islam Kendari, menjadi sorotan setelah salah seorang gurunya menampar orang tua murid hingga videonya viral di media sosial.
Video itu kini ramai beredar dan menjadi perbincangan masyarakat. Banyak yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang tenaga pendidik, apalagi terjadi di lingkungan sekolah.
Tidak ingin nama sekolah tercoreng, TK Mulia Islam akhirnya angkat bicara dan menjelaskan awal mula kejadian hingga video tersebut viral dan mendapat banyak respons negatif dari masyarakat.
Lisnawati, penanggung jawab TK Mulia Islam mengatakan, penamparan itu memang dilakukan oleh seorang guru berinisial AI terhadap orang tua murid berinisial HM dan terjadi pada 30 April 2026 lalu.
Menurutnya, persoalan tersebut bermula dari percakapan di grup WhatsApp sekolah yang berisi guru dan orang tua murid. Saat itu AI menyampaikan pesan yang dianggap menyinggung sehingga memicu respons dari orang tua murid.
“Awalnya itu dari grup, chat tentang karakter anak. Setelah itu saling balas chat, lalu orang tua murid datang ke sekolah mempertanyakan kenapa hal seperti itu ditulis di grup,” kata Lisnawati dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Keesokan harinya, sejumlah orang tua murid termasuk HM datang ke TK Mulia Islam untuk meminta penjelasan terkait isi pesan yang disampaikan AI di grup sekolah.
“Orang tua murid datang ke sekolah mempertanyakan, lalu guru tersebut keluar menjelaskan kenapa ada chat seperti itu sampai akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pihak sekolah menyebut isi chat AI di grup yang berbunyi “karakter anak sama dengan karakter orang tua” menjadi pemicu perdebatan. AI sendiri diketahui merupakan guru honorer yang telah mengajar di TK Mulia Islam selama kurang lebih empat tahun.
Setelah kejadian penamparan hingga video tersebut viral, pihak sekolah mengaku telah mengambil sikap tegas dengan memberhentikan AI dari sekolah.
“Setelah kejadian itu kami bersama guru-guru dan pihak yayasan mengambil keputusan untuk memberhentikan ibu guru tersebut dari sekolah kami,” katanya.
Selain itu, pihak sekolah juga berupaya melakukan mediasi agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, meski korban diketahui telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian itu ke polisi.
“Iya, kalau soal laporan itu memang sepertinya sudah dilaporkan. Tadi malam saya juga syok lihat videonya viral, dan kami mencoba bagaimana supaya bisa dimediasi untuk damai,” tutupnya.
Penulis: Husni Mubarak







