KENDARI, tirtamedia.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Sulawesi Tenggara kini memasuki 45 hari, sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024.
Ketua KPU Sulawesi Tenggara, Asril, menegaskan bahwa persiapan terus dipercepat di semua tingkatan penyelenggara, mulai dari KPU pusat hingga ke tingkat PPK dan PPS.
“Kami di KPU fokus pada penyelesaian semua tahapan penting, termasuk distribusi logistik ke wilayah-wilayah terluar. Ini adalah prioritas utama kami,” ujar Asril saat ditemui pada kegiatan Konsolidasi tahapan pilkada di Sultra. Jumat (11/10/2024).
Menurut Asril, Provinsi Sulawesi Tenggara akan menyelenggarakan Pilkada di 15 kabupaten dan 2 kota, dengan partisipasi 85 penyelenggara di tingkat kabupaten, 1.105 di tingkat kecamatan, dan 6.855 di tingkat PPS. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan mencapai 1.876.792 pemilih, yang akan memberikan suara di 4.611 TPS.
Tantangan terbesar dalam persiapan ini adalah memastikan distribusi logistik ke 403 TPS di wilayah tersulit, yang tersebar di daerah seperti Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan, Kolaka Timur, dan Konawe Utara.
“Distribusi logistik harus tiba paling lambat seminggu sebelum hari pemungutan suara, dan kami bekerja keras untuk memastikan itu terjadi,” kata Asril dengan tegas.
Pada 22 September 2024 lalu, KPU Sultra telah menetapkan 62 pasangan calon yang akan bersaing dalam Pilkada serentak ini, terdiri dari 4 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 58 pasangan calon bupati dan wakil bupati, serta 8 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.
Acara konsolidasi yang dihadiri oleh ketua KPU RI Mochammad Afifuddin dan ditutup oleh Pejabat Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto yang secara resmi memulai koordinasi daerah untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Pilkada di Wilayah Sulawesi Tenggara.(M1)







