KENDARI, tirtamedia.id – Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut pertumbuhan ekonomi melalui kinerja perbankan di wilayah ini sampai triwulan II 2023 tumbuh sebesar 40.8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya dalam sosialisasi penguatan governansi dan integritas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari di salah satu hotel Kendari. Jumat (22/09/2023) pagi.
Arjaya mengatakan pertumbuhan ekonomi di Sultra dapat dilihat dari meningkatnya produksi lapangan usaha, administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial yang wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31.65 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran lanjut Arjaya, pertumbuhan tertinggi yaitu terjadi pada komponen pengeluaran distribusi pemerintah sebesar 42,75 persen.
“Pertumbuhan ini tentunya merupakan upaya industri perbankan untuk mendukung roadmap perbankan Indonesia tahun 2020 2025 yaitu memperkuat tata kelola dan manajemen ITE yang jenius, mendorong kerjasama terkait teknologi serta mendorong implementasi advance digital banking,” katanya.
Arjaya menyebut kinerja pasar modal di wilayah sultra dalam kurun waktu setahun terakhir juga menunjukan peningkatan dalam geliat piutang perusahaan pembiayaan sebesar 24,79 persen dari Rp4.7 triliun menjadi Rp5,9 triliun.
“Premi asuransi umum meningkat Rp29 miliar atau sebesar 22.07 persen, dan premi asuransi jiwa meningkat menjadi Rp8 miliar atau sebesar 8.1 persen. Industri pasar modal di wilayah Sultra juga menunjukan peningkatan yang signifikan dalam hal pembukaan rekening investasi yang tercermin dari peningkatan rekening saham yakni 28.39 persen,” sebutnya.
Atas capaian tersebut, Arjaya menghimbau pelaku industri terus meningkatkan penguatan governance dan integritas pada lembaga jasa keuangan di Sultra agar terus bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Penulis : Husni Mubarak.







