KENDARI, Tirtamedia.id – Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat perekonomian di Sultra pada triwulan I 2022, tumbuh positif dengan pertumbuhan sebesar 5,07 persen yoy usai pandemi Covid-19.
Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil DJPb Sultra, Joko Pramono mengatakan capaian pada angka apositif itu, akan terus dijaga dan didorong untuk lebih ditingkatkan, meski dihadapkan pada tantangan pasca pandemi Covid -19.
Ia mengungkapkan meski angka kasus Covid menurun dan adanya varian baru, tantangan dan dinamika global terkait ketersediaan komoditas pangan, energi dan tekanan harga serta inflasi harus disikapi dengan hati-hati dan diperlukan intervensi kebijakan yang tepat.
“Kebijakan yang dimaksud tidak hanya menlindungi masyarakat dari tekanan kenaikan harga dan ancaman kemiskinan ekstrim, namun juga tetap dapat melanjutkan refomasi struktural untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Serta meningkatkan kesehatan masyarakat dan kesehatan anggaran pendapatan belanja negara atau APBN,” kata Pramono, Selasa (28/06/2022).
Lebih lanjut Pramono menjelaskan, berbagai kebijakan melalui APBN dan Tranfer ke Daerah dan Dana Desa atau TKDD, diarahkan dan dilakukan untuk dapat meredam gejolak yang ditimbulkan dari tantangan kenaikan harga melalui komoditas pangan.
“Untuk itu program PC-PEN tetap dilanjutkan untuk mempertebal perlindungan sosial, sehingga tekanannya dapat diminimalkan. Selain itu kinerja APBN dan TKDD terus didorong untuk segera dibelanjakan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Sulawesi Tenggara menegaskan, percepatan realisasi belanja akan terus didorong untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara usai pandemi Covid-19.
Penulis : Husni Mubarak







