KENDARI,tirtamedia.id – Dalam dua pekan terakhir harga ikan asin (kering) di Pasar Basah Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kenaikan.
Gito (60) pedagang ikan asin mengatakan, kenaikan harga dipicu kondisi cuaca buruk yang terjadi dalam kurung empat bulan terakhir, menyebabkan proses penjemuran ikan nelayan terhambat. Akibatnya stok berkurang.
“Nelayan dari luar pulau tempat kita pesan (ikan asin) kesusahan untuk jemur ikannya, jadi sejak seminggu sebelum tahun baru sampai sekarang ini banyak jenis sudah tidak kita jual,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 5 Januari 2022.
Gito menjelaskan, harga ikan Sunu kering ukuran kecil sebelumnya dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 80 ribu per kilo, ikan Sunu ukuran sedang Rp 120 ribu per kilo, ikan Putih ukuran kecil seharga Rp 40 ribu per kilo, naik menjadi Rp 70 ribu per kilo.
Sementara ikan Teri halus kini dipatok seharga Rp 130 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 90 ribu per kilo, sedangkan Cumi-cumi kering sebelumnya Rp 80 ribu per kilo kini seharga Rp 120 ribu per kilo.
Selain, faktor produksi pengolahan ikan asin terhambat, faktor cuaca gelombang tinggi dan angin kencang juga mempengaruhi hasil tangkapan ikan nelayan.
“Apalagi ini sudah masuk musim hujan dengan angin kencang, banyak nelayan tidak melaut,” ungkapnya.
Seorang pembeli, Sri (63) mengaku kenaikan harga memang telah terjadi, ditambah jenis ikan asin berkurang. Namun kenaikan harga menurutnya masih relatif terjangkau.
“Termasuk murah, karena musim hujan susah jemurnya. Apalagi ini untuk oleh-oleh, kalau kita butuh kan tidak ada artinya uang Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” ujarnya.
Kenaikan harga diprediksi masih akan terus berlangsung, selama kondisi cuaca di wilayah tangkapan masih dipengaruhi cuaca buruk angin kencang, gelombang tinggi menyebabkan nelayan waspada melaut.
Penulis : Muhammad Anca







