Buton Utara, tirtamedia.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Buton Utara (Dinas PUPR Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menjadi mitra strategis SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 6 Butur.
Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Aula Kantor Dinas PUPR Butur, Selasa (26/05/2026) siang. Tujuannya, untuk menyelaraskan dunia pendidikan kejuruan dengan kebutuhan riil industri dan dunia kerja.
Menurut Kadis PUPR Butur, Laode Husima, kerja sama ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam memfasilitasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sejak dini.
Pihaknya menyambut baik kemitraan ini dan siap mendukung penuh para pelajar SMKN 4 dan SMKN 6.
Selain itu Laode Husima menjelaskan, MoU ini merupakan langkah yang sangat positif dan strategis, sepanjang dirancang dengan baik dan tidak sekadar formalitas.
“Kalau dikelola serius, MoU seperti ini sebenarnya dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam menciptakan SDM vokasi yang siap mendukung pembangunan infrastruktur daerah,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (27/5/2026).
“Melalui MoU ini Dinas PUPR Butur membuka pintu bagi para siswa dari kedua sekolah tersebut untuk mendapatkan pengalaman kerja secara nyata,” imbuhnya.
Berikut beberapa alasan pentingnya kerja sama Dinas PUPR dengan SMKN 4 dan SMKN 6 Buton Utara:
1. Link and match dunia pendidikan dan dunia kerja. SMK memang didesain menghasilkan lulusan siap kerja. Dengan melibatkan Dinas PUPR sebagai mitra praktik lapangan, siswa bisa melihat langsung bagaimana proses : perencanaan infrastruktur, pengawasan proyek, pemetaan, administrasi teknis, pengelolaan jalan, irigasi, permukiman,hingga penggunaan aplikasi dan dokumen teknis di pemerintahan.
2. Menumbuhkan SDM lokal sektor konstruksi dan teknis. Jika sejak SMK anak-anak sudah diperkenalkan pada dunia kerja PUPR, maka daerah dapat menyiapkan: calon tenaga konstruksi, operator, drafter, surveyor, tenaga sanitasi, maupun calon ASN teknis ke depan. Apalagi Butur sbg daerah berkemvang yang masih membutuhkan banyak SDM infrastruktur.
3. Membangun rasa memiliki terhadap pembangunan daerah. Anak-anak SMK yang ikut praktik di proyek PUPR akan memahami bahwa pembangunan daerah bukan sekadar urusan pemerintah, tetapi bagian dari masa depan mereka sendiri.
4. Dinas PUPR juga diuntungkan. Kerja sama ini bukan hanya membantu sekolah. Dinas juga memperoleh manfaat : membantu kegiatan administrasi dan teknis ringan, menjadi sarana pembinaan generasi muda, memperkuat citra pelayanan publik, bahkan menjadi wadah pencarian bibit tenaga teknis potensial.
Harapan atas pelaksanaan MoU:
1. MoU ini dapat diarahkan bukan hanya sebagai kegiatan praktik lapangan biasa, tetapi menjadi langkah nyata membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mendukung pembangunan daerah
2. Siswa SMK memperoleh pengalaman kerja nyata, disiplin kerja, dan keterampilan teknis yang sesuai kebutuhan lapangan.
3. Terbangun hubungan yang kuat antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah sehingga kurikulum sekolah lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan.
4. Agar lahir SDM lokal yang kompeten di bidang konstruksi, tata ruang, pengairan, permukiman, dan layanan teknis lainnya.
5. Putra/i daerah memiliki kesempatan belajar langsung dari praktik pemerintahan dan pembangunan infrastruktur.
6. Dinas PUPR dapat berperan dalam pembinaan generasi muda serta menanamkan budaya kerja profesional, integritas, dan keselamatan kerja.
7. Kerja sama ini menjadi awal lahirnya tenaga-tenaga teknis unggul dari daerah sendiri yang kelak mampu berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Buton Utara.
8. Pelaksanaan PKL tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberi transfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik.
Redaksi







