Makassar, tirtamedia.id – Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 resmi diaktifkan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Ramadan hingga Lebaran. Melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina memperkuat pengawasan penyaluran energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah Sulawesi.
Pengaktifan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 dilaksanakan di Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar, pada Senin (9/3/2026). Satgas ini akan bertugas melakukan pengendalian dan pemantauan penyaluran energi mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok BBM dan LPG tetap aman serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama masa Ramadan dan Idulfitri.
Pertamina memproyeksikan peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Ramadan dan Idulfitri 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 Maret 2026 sebagai arus mudik pertama, kemudian pada 19–20 Maret 2026 sebagai arus mudik kedua.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026.
Mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi pada periode tersebut, Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 telah menyiapkan berbagai langkah penguatan operasional. Upaya tersebut dilakukan agar distribusi BBM dan LPG tetap berjalan lancar selama masyarakat melakukan perjalanan mudik maupun arus balik.
Pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam merespons berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, termasuk isu terkait kualitas produk, layanan di SPBU, serta berbagai informasi yang beredar di publik.
Melalui tim satgas ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat koordinasi lintas fungsi untuk memastikan operasional distribusi energi berjalan sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pembentukan satgas merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri.
“Melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 ini, kami memastikan kesiapan operasional mulai dari infrastruktur, stok BBM dan LPG, hingga layanan di SPBU agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Kami juga memperkuat komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat terkait layanan dan produk Pertamina,” ujarnya.
Selain menjaga keandalan pasokan energi, Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 juga mengedepankan komunikasi publik yang informatif dan edukatif. Hal ini dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai produk, layanan, serta berbagai upaya peningkatan kualitas layanan yang dilakukan Pertamina, khususnya di SPBU.
Dengan terbentuknya tim pengendalian dan pemantauan penyaluran BBM dan LPG tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi optimistis dapat menjaga kelancaran distribusi energi selama Ramadan dan Idulfitri.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi selama periode Ramadan hingga Lebaran di wilayah Sulawesi.
Redaksi







