Buton Utara, tirtamedia.id – Wakil Bupati Buton Utara (Wabup Butur), Rahman, membuka Sosialisasi dan Pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026, di aula kantor Sekretariat Daerah, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Rahman, mengungkapkan Program Desa Cinta Statistik merupakan langkah strategis Badan Pusat Statistik (BPS), untuk percepatan dan memperkuat pengelolaan data di Kabupaten sampai pada tingkat Kelurahan/Desa.
“Dalam berbagai forum resmi pemerintahan, Bupati Buton Utara kerap mengingatkan kepada semua pihak, bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada perencanaan yang berbasis data, terukur, dan akuntabel,” ujar Rahman
Hal ini kata Rahman, sejalan dengan arah kebijakan RKPD Kabupaten Buton Utara Tahun 2026, mengusung tema “Meningkatnya daya saing dan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif”.
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Rahman, menegaskan kembali beberapa fokus utama pembangunan di Buton Utara yaitu :
1. Pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong daya saing daerah,
3. Penguatan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan sumber daya lokal berkelanjutan
4. Tata kelola pemerintahan untuk peningkatan layanan publik
Menurutnya, seluruh prioritas tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa didukung oleh data berkualitas (akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan), yang dibangun dari level pemerintahan paling bawah.
“Desa dan Kelurahan merupakan basis data paling fundamental dalam struktur pembangunan daerah. Kualitas data desa/kelurahan akan sangat menentukan kualitas kebijakan di tingkat kabupaten,” tegas Rahman.
Harapannya, Program Desa Cantik dapat meningkatkan kapasitas aparatur Desa/Kelurahan dalam pengelolaan data, sehingga menghasilkan data desa yang akurat dan terintegrasi untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Desa tidak sekadar objek pembangunan, tetapi Desa menjadi subjek yang mampu mengelola data secara mandiri dan berkelanjutan, memiliki standar pengumpulan dan pengolahan data yang baik, serta mampu menyajikan data sebagai dasar perencanaan pembangunan desa/kelurahan,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala BPS Buton Utara Suharjufito Endo, SST, ME., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Muh. Amaluddin Mokhram, SS., M.Si., unsur Bappeda, para Kepala Desa dan Lurah, agen statistik (Kelurahan Lakonea, Desa Laangke, dan Malalanda).
Redaksi







