KENDARI, tirtamedia.id – Unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung ricuh, Kamis (10/7/2025).
Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO memprotes perpanjangan jabatan Prof. Muhammad Zamrun Firihu sebagai Rektor, buntut dari polemik Pemilihan Rektor (Pilrek) yang digelar 17 Juni 2025 lalu.
Aksi yang dimulai damai memanas saat Prof. Zamrun mencoba menemui massa di depan Gedung Rektorat. Namun, kehadiran rektor justru memicu kemarahan mahasiswa yang menudingnya ikut campur dalam Pilrek.
Bentrokan pun pecah antara mahasiswa dan petugas keamanan kampus. Massa sempat dipukul mundur, tetapi terus berusaha menembus barikade menuju pelataran gedung rektorat.
Saling dorong tak terhindarkan saat mahasiswa memaksa masuk ke gedung, namun berhasil dihalau oleh pihak keamanan. Aksi sempat mereda setelah rektor meninggalkan lokasi, namun ketegangan terus berlangsung hingga akhirnya massa membubarkan diri dengan janji akan kembali turun ke jalan.
Koordinator aksi, Ferlin Muhammad Nur, menilai perpanjangan masa jabatan Prof. Zamrun mencederai integritas kampus. Ia meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) mencabut keputusan tersebut dan menunjuk pelaksana tugas (Plt) rektor yang netral.
“Proses Pilrek belum selesai secara utuh karena rektor terpilih belum dilantik. Kami khawatir akan muncul kecurangan baru,” kata Ferlin, yang juga Ketua BEM FKIP UHO.
Ferlin juga mendesak Mendiktisaintek membentuk tim investigasi independen nasional guna mengungkap dugaan permainan dalam Pilrek UHO. Mahasiswa menduga Prof. Zamrun “cawe-cawe” dalam proses Pilrek untuk memenangkan salah satu kandidat.
Diketahui, dalam putaran kedua Pilrek UHO, Prof. Armid keluar sebagai pemenang dengan 31 suara, disusul Prof. Takdir Saili dengan 30 suara, dan Prof. Ruslin meraih 13 suara. Namun hingga kini, pelantikan rektor terpilih tak kunjung dilakukan, memunculkan spekulasi dan protes dari mahasiswa.
Aksi berakhir damai, namun mahasiswa menyatakan akan kembali berunjuk rasa hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Redaksi







