KENDARI – Misteri di balik insiden motor mogok massal di Kendari masih terus didalami. Polresta Kendari telah menyerahkan enam sampel bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite ke Pertamina Integrated Terminal Kendari (ITK) untuk diuji di laboratorium, Kamis, 6 September 2025.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, memimpin langsung penyerahan barang bukti tersebut, didampingi Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, serta perwakilan ojek online (ojol) sebagai pelapor.
“Tadi kita serahkan enam barang bukti dari enam SPBU yang diperoleh dari motor para pelapor,” ujar Nirwan.
Ia menjelaskan, dari enam laporan awal, hanya dua pelapor yang secara resmi melanjutkan aduan dan bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan.
“Empat pelapor lainnya tidak serius melanjutkan, sementara dua pelapor siap dimintai waktu dan keterangannya,” tambahnya.
Nirwan menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami apakah penyebab motor mogok massal di Kendari benar-benar terkait dengan kualitas BBM subsidi.
“Kita serahkan sampel ini ke Pertamina ITK untuk diuji di laboratorium karena mereka ahlinya,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan guna memastikan penyebab utama dari insiden ini.
“Kami ingin penanganannya cepat dan akurat. Semua tergantung hasil uji laboratorium, apakah BBM ini bermasalah atau ada faktor lain yang menyebabkan kerusakan motor,” tegas Nirwan.
Ia pun mengimbau masyarakat agar mempercayakan proses penyelidikan ini kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, Bambang Irawan, salah satu pengemudi ojol yang menjadi pelapor, mengapresiasi langkah cepat Polresta Kendari dalam menangani dugaan BBM subsidi oplosan.
“Terima kasih atas respon cepatnya. Kami juga dilibatkan dalam proses penyerahan barang bukti, dan sejauh ini tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.
Ia berharap hasil uji laboratorium segera keluar sehingga kepastian hukum bisa didapatkan.
“Semoga kami segera mendapatkan keadilan atas laporan kami,” pungkasnya.(*)







