JAKARTA – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM menggelar acara Refleksi Akhir Tahun DJKI 2024 di Aula Oemar Seno Adji, Jakarta, pada 30 Desember 2024. Dalam acara ini, DJKI memberikan penghargaan kepada tiga media terbaik yang berkontribusi luar biasa dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai kekayaan intelektual (KI).
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Razilu secara langsung menyerahkan penghargaan kepada:
1. Harian Ekonomi Neraca sebagai Mitra Media Cetak Terbaik DJKI 2024,
2. Antaranews.com sebagai Mitra Media Online Terbaik DJKI 2024, dan
3. KompasTV sebagai Mitra Media Televisi Terbaik DJKI 2024.
“Kami mengapresiasi pemimpin redaksi dan seluruh tim media yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada DJKI sepanjang 2024. Publikasi, pemberitaan, dan citra positif yang Anda hadirkan menjadi elemen penting dalam memperkuat peran DJKI di tengah masyarakat,” ujar Razilu.
Ia menekankan bahwa keterlibatan media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak edukasi masyarakat secara luas. Pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif tentang pentingnya pelindungan KI membantu meningkatkan pemahaman publik mengenai peran strategis KI dalam pembangunan bangsa.
“Kolaborasi dengan media adalah kunci keberhasilan dalam menyebarluaskan edukasi terkait kekayaan intelektual. Dukungan media yang akurat dan konstruktif sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut demi membangun ekosistem KI yang inklusif,” tambahnya.
Pemimpin Redaksi Harian Ekonomi Neraca, Firdaus Baderi, yang menerima penghargaan, menekankan peran strategis media dalam menyampaikan informasi dan edukasi tentang KI, khususnya di era konvergensi media.
“Media saat ini sangat strategis, apalagi dengan adanya platform cetak, online, dan digital. Hal ini memberikan dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat dalam penyebaran informasi terkait KI,” ujar Firdaus.
Ia juga menyampaikan bahwa isu-isu terkait KI menarik perhatian pembaca, khususnya pengusaha dari berbagai skala usaha, termasuk UMKM. Namun, tantangan masih ada, terutama kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya KI.
“Kami melihat ini sebagai tanggung jawab untuk terus mengedukasi pembaca kami, terutama para pengusaha, tentang pelindungan KI. Ini adalah langkah penting untuk mendukung pengembangan usaha mereka,” kata Firdaus.
Firdaus berharap kolaborasi antara pemerintah dan media dapat diperkuat di masa depan untuk memperluas sosialisasi KI ke seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga tingkat rukun tetangga (RT).
“Sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya KI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa,” pungkasnya.(*)







