KENDARI, tirtamedia.id – Dalam debat publik kedua Pilkada Kota Kendari yang diselenggarakan pada 11 November 2024 di salah satu hotel di kendari, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 2, Yudhianto Mahardika dan Nirna Rachman, menyampaikan solusi mereka untuk menghadapi peningkatan kriminalitas di Kendari.
Berdasarkan data Polres Kendari, jumlah kasus tindak pidana di kota ini mencapai 586 kasus pada tahun 2023, dengan tingkat penyelesaian kasus sebesar 51,81%.
Merespon kekhawatiran ini, Yudhianto-Nirna memperkenalkan program “Menyala Terang,” yang bertujuan untuk mengurangi kejahatan melalui penerangan yang lebih baik.
Program ini akan melibatkan pemasangan lampu jalan di area-area yang dianggap rawan dan penerapan sistem keamanan berbasis teknologi. Selain itu, mereka berencana memasang kamera CCTV di setiap lorong dan area publik, serta berkoordinasi dengan kepolisian guna meningkatkan patroli malam.
“Kami ingin Kendari menjadi kota yang aman dan nyaman bagi semua warga. Program ‘Menyala Terang’ bukan hanya soal lampu, tetapi soal rasa aman yang hadir di setiap sudut kota,” ujar Yudhianto.
Tidak hanya itu, pasangan ini juga berencana memperkuat sistem keamanan lingkungan (siskamling) dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Menurut calon wakil wali kota Kendari, Nirna Lachmuddin, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan, dan kolaborasi ini akan menjadi prioritas mereka jika terpilih.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kami ingin seluruh warga Kendari bisa pulang dengan tenang tanpa rasa khawatir.” katanya.
Dengan komitmen untuk bekerja sama dengan kepolisian dan masyarakat, Yudhianto-Nirna berjanji akan menindak tegas para pelaku kriminal dan berupaya keras agar warga Kendari dapat hidup lebih aman dan tenteram.







