Buton Utara, tirtamedia.id – Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pertanian kembali memperoleh bantuan alokasi penanaman jambu mete seluas 1.000 hektare tahun 2026 dari Kementerian Pertanian RI untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor perkebunan.
Program bantuan jambu mete ini mencakup bantuan bibit sebanyak 110 pohon per hektare, pupuk 460 kilogram per hektare, serta bantuan dana pengolahan lahan sebesar Rp1,6 juta per hektare. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program perluasan areal jambu mete yang digulirkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Utara, Martin Nasir, SP, MMA, menyampaikan bahwa alokasi lahan seluas 1.000 hektare telah terkonfirmasi untuk dilakukan verifikasi Calon Penerima Calon Lahan (CPCL) yang tersebar di seluruh kecamatan.
Menurutnya, konfirmasi tersebut disampaikan setelah kunjungan tim Direktorat Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI ke Desa Linsowu, Kecamatan Kulisusu, pada 5 April 2026.
“Kementerian meminta agar segera memasukkan data luas area lokasi jambu mete untuk diverifikasi CPCL,” ujar Martin.
Ia menjelaskan, bantuan jambu mete diharapkan mampu menghidupkan kembali komoditas perkebunan unggulan daerah. Jambu mete sebelumnya menjadi salah satu komoditas andalan selain cengkeh, kakao, pala, dan kelapa.
Dengan adanya bantuan bibit, pupuk, dan dana pengolahan lahan, pemerintah daerah optimistis produktivitas jambu mete di Buton Utara akan meningkat secara signifikan.
“Pembagian bantuan dalam program bantuan jambu mete akan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Sasaran utama meliputi masyarakat miskin, pengangguran, serta warga yang memiliki lahan tetapi belum produktif,” jelas Martin.
Pemerintah daerah juga bergerak cepat melakukan pendataan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penanaman jambu mete. Bibit akan dibagikan secara gratis kepada petani sebagai upaya menekan angka kemiskinan melalui sektor perkebunan.
Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan meningkatkan produksi tanaman perkebunan.
“Saya sangat berharap bantuan ini tepat sasaran dan tepat guna, sehingga dapat mendukung keberhasilan program peningkatan produksi tanaman perkebunan di Buton Utara,” ujar Afirudin.
Redaksi







