KENDARI, tirtamedia.id – Siapa bilang membaca itu kuno? Festival Literasi Kota Kendari 2024 hadir untuk mengubah pandangan itu! Pada Senin (11/11), Festival Literasi yang digelar di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, sukses menarik perhatian. Dengan 22 peserta yang terlibat, acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Gerakan Nasional Membaca. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, secara resmi membuka festival ini dengan harapan besar untuk menggugah minat baca di kalangan masyarakat, terutama anak muda.
Wali Kota Yusup menekankan pentingnya budaya membaca untuk mencetak generasi unggul dan siap bersaing di dunia global.
“Literasi itu lebih dari sekadar membaca, ini tentang mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Kita ingin semua orang, dari berbagai kalangan, merasakan manfaat dari kegiatan ini, bukan hanya sekadar acara untuk orang-orang tertentu,” jelasnya.
Sementara PLT Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Aswido, juga mengungkapkan tantangan besar dalam dunia literasi Indonesia. Menurutnya, rendahnya minat baca jadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan survei Visa 2019, Indonesia berada di peringkat ke-74 dari 79 negara dalam hal literasi.
“Kita masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga,” kata Aswido.
Festival Literasi Kota Kendari 2024 pun dipenuhi berbagai kegiatan yang bikin acara ini makin seru, seperti lomba baca puisi, lomba bertutur, dan bincang buku dengan komunitas literasi DPMD Literasi Sultra. Tujuannya nggak cuma buat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, tapi juga mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap karya sastra dan meningkatkan minat baca di kalangan pelajar Kendari.
Dengan berbagai aktivitas seru ini, Festival Literasi Kota Kendari 2024 berusaha menunjukkan bahwa literasi itu keren, nggak cuma buat orang tua, tapi juga buat kita, generasi milenial yang siap mengubah dunia dengan ilmu pengetahuan. Jadi, ayo mulai kembali ke buku dan terus gali pengetahuan.(M1)







