KENDARI, Tirtamedia.id – Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Basiran, resmi dilantik Gubernur Ali Mazi sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Buton, pada Rabu sore (24/08/2022).
Basiran dilantik menggantikan Bupati Buton sebelumnya La Bakry yang masa tugas atau jabatannya berakhir pada Rabu 24 Agustus 2022, tepat di hari pelantikan tersebut.
Selain Basiran, ada tiga Kepala daerah yang juga dilantik gubernur Ali Mazi, mereka yakni Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) Parinringi, Pj Bupati Bombana Burhanuddin, serta Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abul Azis.
Pelantikan yang berempat di kantor gubernur tersebut, dihadiri oleh sejumlah jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Lukman Abunawas dan Ketua DPRD Provinsi Sultra Abdurrahman Saleh.
Usai dilantik, Basiran mengaku bakal segera turun gunung untuk menemui warga yang tinggal di seluruh pelosok dan wilayah yang ada di Kabupaten Buton.
“Tentunya setelah ini saya tidak akan diam di kantor bupati, saya akan jalan di semua pelosok untuk mengetahui semua keadaan dan keluhan masyarakat yang ada saat ini,” ucap Basiran.
Kata dia, hal itu dilakukan agar mengetahui informasi serta data-data lengkap mengenai Kabupaten Buton, untuk menentukan strategi yang bakal dijalankan pada masa kepemimpinannya sebagai bupati.
“Sehingga kita bisa menentukan strategi apa dalam tugas satu tahun, tentu saya akan membuat rencana strategi yang mungkin sebelumnya sudah dibuat oleh pemda kabupaten buton,” kata Basiran.
Selain itu, Basiran menyebut akan memprioritaskan pelaksanaan pekan olahraga provinsi (Porprov) Sultra yang bakal dilaksanakan di Buton pada November 2022 mendatang.
“Tetapi yang penting tugas prioritas utama adalah bagaimana menyukseskan Porprov sulawesi tenggara yang mana kabupaten buton merupakan salah satu tuan rumah kegiatan tersebut,” ujarnya.
Diketahui Pekan Olahraga Provinsi Sultra bakal dilaksanakan dan dimulai pada 26 November hingga 3 Desember 2022 yang akan digelar di dua kabupaten kota yakni Buton dan Kota Baubau.
Basiran menegaskan setelah itu, dirinya juga bakal membenahi dan menata Kabupaten buton mulai dari pembenahan birokrasi hingga wilayah yang menjadi item pusat pemerintahan.
“Dari segi birokrasi tentu kita harus mengevaluasi mulai dari struktur maupun infrastruktur. Dan juga menata ibukota Kabupaten Buton, Pasarwajo. Sehingga datang para tamu 16 kabupaten kota di Pasarwajo merasa nyaman,” pungkasnya.
Penulis : Husni Mubarak







