KENDARI, Tirtamedia.id – Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar wisuda offline perdana pasca pandemi Covid-19 di Gedung Auditorium Mokodompit UHO, Rabu (2/11/2022).
Wisuda offline ini, UHO meluluskan 2.276 wisudawan dan dibagi menjadi dua gelombang, di mana gelombang pertama digelar pada Selasa (1/11/2022) diikuti sebanyak 1.136 dan gelombang kedua dilaksanakan pada Rabu (2/11/2022) diikuti 1.140 orang.
Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu mengatakan, wisudawan dan wisudawati gelombang pertama terdiri dari 7 Fakultas dan 2 program dari total 15 Fakultas, 1 Program Pendidikan Vokasi, dan 1 Program Pascasarjana
“Gelombang pertama diikuti Program Pascasarjana (PPs), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Peternakan (FPt), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Farmasi (FF), dan Program Pendidikan Vokasi (PPV),” bebernya.
Sementara pada gelombang kedua, lanjutnya, diikuti 8 Fakultas yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
“Kemudian, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITK),” katanya.
Zamrun berpesan, agar wisudawan dan wisudawati mempersiapkan serta memantaskan diri jauh-jauh sebelum meraih kesuksesan yang sesungguhnya.
“Bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang memadai, agar bisa lebih baik, selalu kreatif, inovatif dan adaptif terhadap pembaharuan. Serta mampu menyesuaikan diri dari berbagai tantangan dan keadaan yang kurang mendukung,” ucapnya.
Sementara, Ketua Senat UHO, Prof. Dr. La Niampe menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan sesi pertama maupun sesi kedua.
Ia mengungkapkan wisuda bukanlah akhir untuk berhenti belajar, namun sebaliknya ilmu yang sudah didapatkan dapat digunakan untuk kemaslahatan umat manusia, dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin komplek ke depan.
“Belajar merupakan peristiwa mental, proses internal yang tidak hanya melibatkan hubungan stimulus dan respon tapi lebih dari itu,” ungkapnya.
Salah satu wakil wisudawan dari Program Studi Sastra Indonesia (FIB) UHO Kendari, Siti Hatima mengaku wisuda bukanlah akhir dari perjuangan.
“Hari ini bukan akhir dari impian kita meskipun umur kita telah mencapai bab terakhir. Namun, saya yakin tuhan masih menyimpan skenario yang dapat kita lakukan. Karena kita adalah tokoh utama dalam cerita kita sendiri,” ujarnya.
Pada 2 tahun sebelumnya UHO melaksanakan proses wisuda secara online, karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat Covid-19. Namun di tahun 2022, UHO akhirnya melakukan wisuda secara tatap muka, namun tetap mengikuti protokol kesehatan.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







