KENDARI, Tirtamedia.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, operasi SAR penyelamatan yang dilakukan sepanjang 2022 sebanyak 62 kejadian.
Kepala KPP Kendari, Aris Sofingi mengatakan, operasi SAR tersebut terdiri dari 25 kondisi membahayakan manusia, 36 kejadian kecelakaan kapal dan 1 kejadian bencana alam.
“Dari total kejadian tersebut ada sebanyak 208 jiwa berhasil diselamatkan, 6 orang dinyatakan hilang dan kemudian 25 orang meninggal dunia,” kata Aris Sofingi Kamis (01/12/2022).
Sementara dari total 208 jiwa tersebut, lanjut dia, terdiri dari 170 orang kejadian kecelakaan kapal, 10 dari kasus bencana alam dan 28 orang yang dinyatakan hilang di hutan.
Sedangkan untuk kejadian yang menyebabkan 25 orang meninggal dunia Basarnas Kendari menyebut terdiri dari 10 kecelakaan kapal dan 15 orang dari kondisi yang membahayakan manusia.
“Kejadian operasi SAR pada 2022 ini menurun dan banding tahun lalu. Dimana pada 2021 kemarin kami mencatat ada sebanyak 65 kejadian, dari 42 kecelakaan kapal dan 23 kondisi membahayakan manusia,” tutupnya.
Penulis : Husni Mubarak.







