JAKARTA, tirtamedia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap
harta kekayaan para penyelenggara negara. Dalam Laporan Harta Kekayaan
Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan, ada yang mengalami
peningkatan dan penurunan harta kekayaan.
Salah satu pejabat daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengalami
tambahan kekayaan sejak 2018, yakni Wali Kota Baubau, Abdul Sajid
Tamrin yang sudah menjabat selama dua periode. Periode pertama
2013-2018 dan periode kedua 2018-2023.
Data LHKPN mencatat, berdasarkan laporan tahun 2018 sampai dengan
tahun 2020, harta kekayaan AS Tamrin bertambah signifikan sekira Rp
7,3 miliar.
Jumlah harta kekayaan Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN)
Sultra itu. tertera dalam LHKPN periodik 2020 yang dilaporkan, pada 31
Desember 2020 dengan total mencapai Rp 16,6 miliar.
Bila dibandingkan dengan tahun 2018 dalam LHKPN AS Tamrin, total
hartanya hanya sekira Rp 9,3 miliar atau naik 79 persen. Peningkatan
harta AS Tamrin paling menonjol terletak pada tanah dan bangunan serta
kas dan setara kas.
Dalam LHKPN terbaru yang dilaporkan 31 Desember 2020, AS Tamrin
tercatat memiliki 14 bidang tanah hasil usaha sendiri, 13 bidang tanah
miliknya tersebar di Kota Kendari, Sultra. Sementara, satu bidang
tanah dan bangunan di Kota Baubau yang merupakan hasil warisan.
Nilai tanah dan bangunan miliknya tahun 2020 mencapai Rp. 13,1 miliar.
Dibandingkan tahun 2018 hanya bernilai Rp. 7,1 miliar. Jumlah tersebut
mengalami peningkatan Rp. 6 miliar atau naik 83 persen.
AS Tamrin memiliki tiga unit kendaraan yang total nilainya mencapai Rp
270 juta Diantaranya mobil suzuki pickup tahun 2008, mobil toyota
fortuner box tahun 2012 dan mobil toyota fortuner box tahun 2013.
Selain itu, AS Tamrin memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp. 113
juta, meningkat dibanding tahun 2018 yang hanya sekira Rp 49 juta.
Orang nomor satu di Kota Baubau juga memiliki kas dan setara kas
bernilai Rp. 3.099 miliar, juga meningkat dibanding 2018 yang hanya
berkisar Rp 1.904 miliar. Bahkan AS Tamrin tercatat tidak memiliki
hutang.
Penulis : Iman







