Kendari, tirtamedia.id – Putra Sulawesi Tenggara (Sultra), Hardiyanto Pono, dipercaya menjadi salah satu peraga nasional pada launching dan pelatihan nasional Senam KLPI 3 di Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (23/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Hardiyanto menjadi satu dari 10 peraga nasional yang dipilih mewakili 10 provinsi di Indonesia untuk memperagakan gerakan Senam KLPI 3 yang baru resmi diluncurkan tahun ini.
“Untuk peraga nasional ini baru pertama kali karena konsep Senam KLPI 3 memang mengundang perwakilan dari seluruh Indonesia, dan terpilih 10 peraga nasional dari 10 provinsi,” kata Hardiyanto, Minggu (24/5).
Launching dan pelatihan nasional Senam KLPI 3 itu diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan.
Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat gerakan hidup sehat bagi pralansia dan lansia, sekaligus memperluas jaringan instruktur senam bersertifikat di berbagai daerah.
Tak hanya menjadi peraga nasional, Hardiyanto juga dipercaya masuk dalam Dewan Pengurus Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2026–2030.
“Saya dipercayakan juga menjadi dewan pengurus Kebugaran Lansia Pralansia Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2026–2030 dan dilantik langsung oleh Ketua Umum KLPI Pusat Ibu Nenden Mukhtar,” ujarnya.
Pelantikan tersebut disaksikan perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, Korminas, serta 24 ketua KLPI provinsi se-Indonesia.
Menurut Hardiyanto, Senam KLPI 3 merupakan program terbaru yang tahun ini resmi diluncurkan secara nasional. Sebelumnya DPP KLPI telah melaksanakan Senam KLPI 1, KLPI 2 hingga Senam Alzheimer.
Pria kelahiran Kendari, 29 Juli 1982 itu mengaku telah menekuni dunia senam selama kurang lebih 15 tahun dan beberapa kali mewakili Sultra di lomba maupun festival senam tingkat nasional.
Selain aktif di dunia senam, Hardiyanto juga berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara.
Penulis: Husni Mubarak







