KONSEL, tirtamedia.id – Ratusan warga yang tergabung dalam Front Mahasiswa dan Masyarakat Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar aksi unjuk rasa di area tambang PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), pada Sabtu 18 September 2021.
Dalam aksi yang digelar sejak pukul 08.30 WITA, tiga orang massa aksi diamankan polisi. Mereka adalah Anhar selaku Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kendari, Erwin dan Abdul Basir yang berprofesi sebagai nelayan.
Koordinator lapangan, Ode Undu mengatakan, ketiganya ditangkap polisi saat aksi sedang berjalan.
“Awalnya, aksi berjalan lancar dan damai. Tapi ada dua alat berat yang dikasi turun dari perusahaan berusaha menerobos massa yang sedang melakukan aksi,” bebernya, saat dihubungi Minggu dini hari 19 September 2021.
Dia menambahkan, garda terdepan yang berusaha menghalau alat berat itu adalah emak-emak yang juga merasa terdampak dari akitifitas PT GMS.
Emak-emak di lokasi itu berhasil menghalau alat berat yang menerobos masuk. Namun, tiba-tiba terdengar suara tembakan peringatan dari aparat kepolisian hingga kericuhan antara penegak hukum dan massa aksi tak terhindarkan.
“Di situ mi mereka ditahan. Sampai malam ini belum dikembalikan,” tambahnya.
Ode menjelaskan, massa yang menggelar aksi di lokasi itu merupakan masyarakat dari Desa Ulusawa dan Sangisangi, Kecamatan Laonti.
Mereka menuntut PT GMS segera merealisasikan janji-janji yang sudah dilontarkan kepada masyarakat, sebab akibat aktivitas perusahaan ini pencaharian nelayan menjadi terganggu.
Sayangnya, sampai jangka waktu yang telah ditentukan yakni 3 kali 24 jam, perusahaan belum menepati janjinya.
“Kami mau tagih janjinya mereka karena rata-rata warga di sini bekerja sebagai nelayan, tapi sekarang sumber kehidupan mereka terganggu karena kondisi air laut sudah tercemar,” pungkasya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Ferry Walintukan, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







