Kendari, tirtamedia.id – Dua lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) nyaris diamuk warga, setelah digerebek di Kantor Kelurahan Poasia, saat pesta miras dan “open bo”, Jumat (12/6/2026) malam.
Kedua Lurah itu adalah, Lurah Poasia Zakir Muhammadong, dan Lurah Talia, Rachmat Aboe Kasim. Beruntung polisi cepat mengamankan mereka dari amukan warga.
Peristiwa penggerebekan itu beredar luas di media sosial. Dalam video itu, sejumlah warga terlihat mendatangi kantor kelurahan dan memergoki kedua lurah bersama dua perempuan di dalam ruangan.
Hasil pemeriksaan awal, tengungkap dua lurah tersebut kompak memesan perempuan melalui aplikasi Michat untuk bertemu di kantor Kelurahan Poasia.
Saat bertemu, kedua perempuan itu meminta bayaran di depan masing-masing Rp700 ribu atau total Rp1,4 juta. Namun Lurah Poasia hanya memberi Rp200 ribu. Hal ini memicu pertengkaran dan didengar warga lalu datang melakukan penggerebekan.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan dua lurah yang diamankan merupakan lurah aktif di Pemerintahan Kota Kendari.
“Lurah Poasia, Zakir Muhammadong (53) dan Lurah Talia Rachmat Aboe Kasim (41),” ujar Malau saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Malau, dua perempuan yang bersama kedua lurah itu merupakan perempuan panggilan yang dipesan melalui aplikasi perkenalan daring.
“Dari aplikasi hijau (Michat),” tambahnya.
Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan penyidik Satreskrim Polresta Kendari.
Penulis: Husni Mubarak







