KENDARI, tirtamedia.id – Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Posko Satgas Covid-19, tidak mematuhi protokol kesehatan.
Awalnya, Peserta yang datang membawa nomor antrian registrasi yang dilakukan secara online. Mereka dipanggil berdasarkan urutan nomor antrian itu.
Namun beberapa saat kemudian pengunjung yang datang mulai padat dan merekapun sudah abai dengan prokes yang telah ditetapkan pemerintah.
Di lokasi pendaftaran pun peserta mulai berdesak desakan untuk mendapatkan nomor antrian, meskipun mereka sudah mendaftar secara online.
Pantauan lapangan tirtamedia.id, tingginya kesadaran masyarakat yang bakal divaksin membuat petugas dilapangan kewalahan. Beberapa masyarakat yang merasa tidak puas dengan sistem antrian pun melakukan protes kepada petugas. Saling dempet dan desak-desakkan pun terjadi.
“Masa kita mengantri dari tadi pagi belum masuk juga. Saya sudah daftar online tapi banyak yang tidak daftar ini dan menunggu sesi berikutnya justru dibiarkan masuk,” kesal salah satu peserta vaksin, Iksan kepada Tirtamedia.
Tak hanya di halaman Posko Satgas Covid-19, desak-desakkan juga terjadi di dalam ruangan Media Center Satgas Covid-19 atau disamping Kantor Dikbud Sultra.
Massa yang padat memaksa masuk. Petugas juga terus mengingatkan peserta agar tetap tertib. Sayangnya, imbauan mereka agar menjaga jarak tak dihiraukan. Bahkan, sejumlah pejabat Forkopimda Sultra terpantau berada dalam kerumunan itu.
Gubernur Sultra, Ali Mazi mengaku, banyaknya pengunjung di lokasi vaksinasi ini terjadi karena kesadaran masyarakat Sultra untuk di vaksin semakin meningkat.
“Tingkat kesadaran masyarakat kita untuk ikut vaksin ini sudah meningkat. Kegiatan itu dilakukan selama dua hari dan hari ini yang kami targetkan itu ada 1.500 orang,” kata Gubernur Sultra.
Kendati demikian, orang nomor satu di Sultra ini juga mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 agar kasus positif dapat terminimalisir.
Penulis: Ode







