MUNA BARAT, Tirtamedia.id – Perbaikan jalan di Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) yang dinilai tidak transparan, lantaran pengerjaannya tidak dilengkapi papan proyek.
Padahal proyek tersebut bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Desa Kusambi, Ruslan menyebut Pokir yang merupakan aspirasi masyarakat Desa Kusambi yang dititipkan kepada anggota DPRD untuk diperjuangkan saat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), tidak dibubuhi papan informasi.
Menurutnya, perbaikan jalan tersebut sudah seringkali dipantau oleh pihak berwenang, tapi tidak pernah ada tindak lanjut. Sebagai nahkoda dan perpanjangan tangan masyarakat, Ruslan mengusulkan perbaikan tersebut melalui Pokir Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh.
Ironisnya, orang-orang yang dipercayakan untuk mengelola itu tidak membubuhi proyeksi pengerjaan dengan papan informasi. Ia menilai rincian anggaran, volume, waktu pekerjaan, tidak diketahui oleh masyarakat Desa Kusambi.
“Padahal itu aspirasi mereka. Lorong tersebut sudah beberapa kali diukur tapi tidak pernah ada tindak lanjut. Usulan saya 500 meter dari Pokir Ketua DPRD Sultra yang terealisasi hanya 150 meter. Hanya kekeliruan (pengelola) tidak pasang papan proyek. Kalau tidak salah anggarannya Rp 200 juta,” ujarnya, Sabtu (19/11/2022).
Ruslan tak menampik, perbaikan ini memang ditunggu-tunggu oleh warga. Pokir DPRD Sultra itu juga menjawab keresahan mereka, sebab sudah belasan tahun jalan tersebut rusak dan luput perhatian pemerintah.
Dalam pekerjaan jalan tersebut, masyarakat sekitar dilibatkan langsung untuk melakukan perbaikan. Namun Ruslan menyayangkan tidak adanya transparansi dari pengerjaan jalan tersebut.
Ia menegaskan tidak ingin menghalang-halangi, namun untuk mengantisipasi adanya kecurangan. Sehingga masyarakat mempunyai hak dan bertanggung jawab untuk melakukan kontrol sosial terhadap pembangunan, apalagi yang bersentuhan langsung dengan mereka.
“Sifat pekerjaannya swakelola. Setiap pekerjaan harus ada papan proyeknya. Tapi kemarin saya sampaikan juga sama pengelola kegiatannya untuk pasang papan proyeknya, tapi belum ada,” katanya.
Sementara itu salah satu warga, Siti Asna mengatakan, saat pengerjaan jalan itu berlangsung, ia menjumpai beberapa orang yang mengangkut material pasir di Kelurahan Konawe, Kecamatan Kusambi.
Material pasir itu digunakan untuk membangun deker di Kelurahan Konawe dan sudah rampung. Pasir masih tersisa, namun ada orang-orang yang menggunakan mobil open cup memuat pasir tersebut dan diduga akan digunakan untuk perbaikan jalan di Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi.
“Sisa pasir di depan rumah ku (Kelurahan Konawe) diangkat dan di bawah ke lorong (tempat perbaikan jalan di Desa Kusambi). Diangkut pakai open cup, saya tanya, mereka mau bawah di lorong,” bebernya.
Atas kejanggalan pengerjaan Pokir Ketua DPRD Sultra itu, warga berharap agar pengelola tidak bermain dengan anggaran Pokir. Pasalnya, Pokir mempunyai legalitas.
Warga lainnya di Desa Kusambi bernama Idul Adha mengapresiasi upaya perbaikan jalan tersebut. Terlebih dalam jarak 150 meter yang dicanangkan, jalan depan rumahnya dapat jatah perbaikan.
“Yang penting depan rumah sudah aspal. Aman mi, tinggal yang di tengah dan ujung lorong bagaimana caranya biar di aspal juga. Biarkan mi urusan pihak terkait itu papan informasi yang penting kerja dulu itu jalan. Siapapun yang berkontribusi pada proyek jalan ini jadi atensi khusus ke depan,” ucapnya.
Terkait Pokir tanpa papan informasi yang disebut-sebut dari Ketua DPRD Sultra, hingga saat ini Abdurahman Saleh belum memberikan konfirmasi saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Penulis: Herlis Ode Mainuru






