KENDARI, tirtamedia.id – Kenaikan harga minyak goreng beberapa hari terakhir, berdampak pada sejumlah pedagang gorengan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kenaikan harga ini membuat sejumlah pedagang mengeluh, mereka mengaku sangat membebani usaha mereka.
Salah seorang pedagang gorengan, Eti (39) mengatakan, semenjak kenaikan harga minyak goreng, dia terpaksa harus mengeluarkan banyak modal. Untuk menekan biaya minyak, ia terpaksa harus mencari minyak buatan alami untuk mengurangi pengeluaran.
“Kenaikan harga minyak sangat berdampak sekali, yang kemarin kita mengeluarkan modal seadanya untuk berjualan. Sekarang modalnya harus lebih tinggi lagi,” keluhnya saat ditemui, Kamis (04/11/2021).
Tidak hanya itu, ia mengaku harus mensiasati dagangannya agar omset yang didapat seimbang dengan modal yang ia keluarkan untuk berjualan gorengan.
Senada dengan itu, Alim (33) pedagang gorengan, juga mengungkapkan hal yang sama.
“Yah kalau dibilang membebani, memang sangat membebani. Apalagi saya kan hanya mengandalkan ini sebagai pendapatan sehari-hari. Dengan kenaikan minyak ini saya harus lebih banyak lagi keluarkan modal untuk belanja,” ungkapnya.
Mereka berharap, agar secepatnya harga minyak di Kota Kendari dapat turun seperti semula.
Penulis : Husni Mubarak







