KENDARI, Tirtamedia.id – Sylsiani Mursalim (42) warga Kelurahan Sodoha, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyayangkan kinerja Polres Kendari yang dinilai lamban menyelesaikan kasus.
Pasalnya, Sylsiani Mursalim telah mengadukan tindakan pengeroyokan, penganiayaan dan pengancaman yang diduga dilakukan sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) kepada orang tuanya, Yurina (72).
Aduanya tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/400/IX/2021/Sultra/Res Kendari, tertanggal 12 September 2021.
Dugaan penganiayaan itu terjadi di Jalan Brigjen M Yunus, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sultra pada Minggu (12/9/2021) sekira pukul 03.00 WITA.
Sylsiani Mursalim menambahkan, untuk menaikan status kasus tersebut, polisi harus mengetahui identitas pelaku. Korban pun diminta untuk memberikan identitas terduga pelaku.
Setelah memberikan identitas terduga pelaku pengeroyokan, Sylsiani kembali mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut. Namun, ia kembali dijanji untuk menunggu gelar perkara.
“Begitu sudah diketahui identitasnya, masih tunggu lagi mau gelar perkara. Saya tanya kapan mau gelar perkara, katanya tunggu saja,” kesalnya.
Hingga saat ini, sambungnya, OTK yang diduga melakukan tindakan tak terpuji itu bebas berkeliaran. Polisi tidak menangkap mereka, padahal sejumlah barang bukti dan saksi telah diserahkan oleh korban kepada penyidik Polres Kendari.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna, saat dikonfirmasi belum memberikan komentar terkait hal tersebut.
Untuk diketahui, dugaan pengeroyokan, penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan oleh sekelompok OTK terhadap Yurina (72), bermula saat lahan sedang diperkarakan oleh Yurina dan Alexander Tanjaya dipagari oleh sekelompok OTK.
Korban yang mendapat informasi itu menuju TKP bersama sanak keluarga. Sesampainya di lokasi, mereka membongkar pagar tersebut.
Adu mulut antara Yurina dengan sejumlah OTK itupun terjadi. Bahkan, anak Yurina, Sylsiani Mursalim melihat salah seorang OTK mengeluarkan senjata tajam (Sajam) dan menodong ibunya. Bahkan, Sylsiani juga sempat terjatuh usai didorong oleh sejumlah OTK itu.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







