KENDARI, tirtamedia.id – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Buton Utara Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat (13/10/2023).
Mereka menuntut agar pemerintah provinsi (Pemprov) segera melakukan perbaikan jalan di sejumlah Kecamatan di Buton Utara yang mengalami kerusakan parah.
Isman salah seorang mahasiswa mengatakan, rusaknya jalan utama yang menjadi akses masyarakat sudah terjadi sejak 2007 dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah Provinsi.
Kata dia terlebih musim kemarau saat ini kondisi jalan berdebu bila dilewati kendaraan sehingga tidak sedikit warga utamanya anak-anak menderita infeksi saluran pernapasan atau ISPA bahkan beberapa diantaranya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.
Lebih lanjut Isman menuturkan melihat kondisi jalan tersebut masyarakat setempat sengaja menanam tumbuhan seperti pohon kelapa dan pisang di ruas jalan untuk meredam debu akibat dilalui kendaraan.
“Ini menjadi simbol kekecewaan warga agar jalan dibenahi. Atas kondisi ini kami menuntut Pj Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara untuk segera membenahi dan memasukan jalan di Kabupaten Butur menjadi skala prioritas,” katanya.
Mahasiswa kecewa karena tidak satupun anggota legislator yang menemui mereka dan berjanji bila tuntutan tidak diindahkan akan kembali berdemonstrasi dengan membawa jumlah massa yang lebih banyak.
Menyikapi hal itu Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra Pahri Yamsul dikonfirmasi mengatakan sejumlah ruas jalan provinsi di Butur sudah masuk dalam skala prioritas perbaikan.
“Ruas jalan milik provinsi di Butur itu sudah masuk dalam skala prioritas anggaran pada 2024 mendatang,” kata Pahri lewat sambungan telepon.
Pahri berharap masyarakat bisa bersabar sebab proses anggaran perbaikan jalan masih akan dibahas bersama DPRD Sulawesi Tenggara.
Penulis : Husni Mubarak.







