KENDARI, tirtamedia.id – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari di Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar simulasi pengamanan aksi unjuk rasa huru-hara (anarkisme) pada Jumat (07/07/2023).
Komandan Lanal (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku Zahari mengatakan, kegiatan simulasi tersebut merupakan rangkaian dari tahapan penilaian nominasi Lanal Teladan yang dilaksanakan oleh Mabes AL Tahun 2023.
Dimana kata Pelaut Mulku dalam tahapan penilaian Lanal Teladan salah satu yang menjadi penilaian tim penilai yaitu bidang operasi dan latihan guna melihat kesiapsiagaan prajurit dalam menangani huru-hara dalam aksi unjuk rasa.
“Juga ada uji profesionalisme prajurit, itu ada timnya masing-masing satu. Nah yang tim penguji ini melihat personel yang latihan apakah mampu memahami tugas yang diberikan sesuai dengan buku tempur atau buku unit tempurnya,” katanya.
Lebih lanjut Danlanal mengatakan kegiatan simulasi yang digelar dalam rangkaian penilaian nominasi Lanal Teladan itu melibatkan hampir seluruh prajurit jajaran Lanal Kendari yang ada di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
“Jadi 95 persen prajurit kita tarik semua untuk melatih profesionalisme prajurit tidak hanya ditampilkan pada saat ada tim (penilai) saja, tetapi ketika sewaktu-waktu ada kejadian yang darurat atau urgent mereka bisa bertindak,” ujarnya.
Selain simulasi pengamanan aksi unjuk rasa, dalam tahapan penilaian Lanal Teladan yang digelar di Mako Lanal Kendari tersebut prajurit Pangkalan TNI AL Kendari juga memperagakan beberapa simulasi seperti simulasi tempur, jajar kehormatan serta upacara pemakaman militer.
(Penulis : Husni Mubarak/tirtamedia.id).







