JAKARTA, Tirtamedia.id – Kabupaten Konawe Utara menyiapkan anggaran sekitar 103 miliar untuk mitigasi bencana dan hal itu menempati posisi teratas dari seluruh Kab/Kota di Indonesia terkait kebijakan Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana baik itu pencegahannya, penanganan bencananya hingga penanganan pasca bencananya.
Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana (PB) Terkait Penanggulangan Bencana APBD TA. 2023 yang dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Kamis 2 Februari 2023 di Jakarta International Expo Hall, Jakarta.
Total Anggaran 106 miliar yang dikucurkan untuk penanggulangan bencana ini juga merupakan buah dari langkah konsultatif Pemda Konawe Utara bersama Pemerintah Pusat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus upaya nyata pembangunan daerah yang berorientasi keberlanjutan.
Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam upaya penanggulangan bencana. Menurut mantan Kapolri itu Pemda Konut serius dalam melindungi masyarakat yang terdampak bencana.
”Ini yang hebat Kab. Konawe Utara. Dengan anggaran 106 M ini menggambarkan bahwa Kab. Konawe Utara benar-benar ingin membangun daerah dan melindungi masyarakatnya dari dampak bencana.” ungkap Tito Karnavian.
Bupati Konawe Utara Ruksamin juga menyampaikan, salah satu misi pemerintahannya kedepan adalah meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. Bupati 2 periode tersebut memandang bahwa ketahanan bencana menjadi salah satu indikator penting dalam kemajuan sebuah daerah yang kelak akan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan paradigma penanggulangan bencana saat ini yang mengutamakan mitigasi sebagai investasi.
”Kita semua tentu berharap bencana alam tidak melanda Bumi Oheo yang kita cintai ini, namun kami Pemerintah Daerah menyadari sepenuhnya segala potensi ancaman bencana yang bisa saja terjadi. Anggaran yang kita siapkan ini sepenuhnya untuk dapat melindungi masyarakat dari dampak bencana alam.” ungkap Ruksamin.
Diketahui Kab. Konawe Utara yang dilewati jalur sesar (patahan), daratannya terdiri dari pegunungan, dialiri sungai besar, dan berbatasan langsung dengan laut banda, memungkinkan Konawe Utara dilanda berbagai bencana alam seperti gempa, tanah longsor, banjir, bahkan tsunami.
Namun hal ini tidak menyurutkan niat Pemerintah Daerah untuk melakukan upaya mitigasi untuk menanggulangi segala potensi bencana yang bisa terjadi seperti pembangunan tanggul penahan ombak, pengerukan dan pelebaran kali dan sungai, pembuatan tanggul, untuk melindungi masyarakat Konawe Utara.
Penulis: Husni Mubarak







