KENDARI, tirtamedia.id – Ketua TP Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kolaka Timur (Koltim) Hartini Azis tampil apik menggunakan busana adat khas Koltim saat ikut memeriahkan Karnaval Tenun Sultra.
Di hadapan ratusan masyarakat dan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto, istri Bupati Kolaka Timur itu menampilkan busana kebanggaan warga Koltim dengan motif batik Sorume.
Karnaval kain tenun yang digelar di pelataran Tugu eks MTQ Kendari dengan mengangkat tema Legenda Sulawesi Tenggara tersebut, Hartini Azis didampingi langsung sang suami Bupati Kolaka Timur Abdul Azis.
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto saat membuka karnaval tersebut mengatakan acara Tenun Sultra merupakan rangkaian perayaan dalam memperingati hari tenun Indonesia, sesuai Keputusan Presiden RI.
“Tenun bagi saya, bukan hanya berarti selembar kain yang dipintal dari benang, tenun adalah karya seni sehingga seni tenun berkaitan erat dengan pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan hidup serta sistem organisasi sosial dalam masyarakat,” katanya.
Lanjut Andap Budhi Revianto olehnya itu setiap daerah dari masing-masing Kabupaten dan Kota akan memiliki pola motif dan corak tenun tersendiri yang semuanya menggambarkan harmoni keberagaman.
“Sehingga kain tenun membuktikan bahwa keberagaman yang dirangkul, dirangkai dan dirasa, karsa akan menghasilkan karya yang indah. Tenun adalah gambaran kesabaran rajutan Taman Sari Indonesia yang berbhineka tunggal Ika,” sebutnya.
Tenun disisi lain dalam pandangannya, merupakan potensi ekonomi yang tidak meninggalkan budaya sebagai bangsa Indonesia tentu perlu langkah konkret dari Pemprov Sultra Kabupaten/Kota.
“Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan yaitu pertama masing-masing para bupati dan walikota, daftarkan tenun untuk kita memfasilitasi, karena dari data Irjen Kekayaan intelektual khususnya Kekayaan Intelektual Regional (KIK) sebagaimana amanah PP Nomor 56, terdapat 49 tenun yang tercatat. Di Sultra, ada lima tenun berpotensi yaitu Tenun Moronene, Motif Ukiran Talulu, Motif Tenun Tolaki, Motif Tenun Kalo Sara dan Motif Tenun Masalili Muna,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis menjelaskan Motif Wulele Sorume merupakan motif khas Kolaka Timur yang diambil dari bunga anggrek khas di Wilayahnya. Anggrek Sorume hanya ditemukan tumbuh di pegunungan Kolaka Timur.
“Sorome merupakan bunga khas Koltim dan hanya ditemukan di Uluiwoi dan Mowewe,” ujar Azis
Selain habitatnya yang cukup terbatas, bunga itu memiliki mitos sangat sulit ditemukan sebab apabila sengaja untuk mencari maka tidak akan bisa mendapatkannya.
“Kata orang kalau kita keluar sengaja cari bunga ini, kita tidak akan dapat,” tuturnya.
Karena kelangkaannya tersebut, berbagai upaya dilakukan dalam rangka melestarikan ikon Kolaka Timur salah satunya saat karnaval tenun yang digelar oleh dinas pariwisata Sultra.
Penulis : Husni Mubarak.







